Surabaya Siaga Hujan, Pemkot Terapkan Strategi Total Atasi Genangan dari Hulu ke Hilir
Dimas Mahendra• Selasa, 21 Oktober 2025 | 20:25 WIB
DSDABM Surabaya mengantisipasi jelang puncak musim hujan akhir tahun ini dengan melakukan pengerukan sedimen di sungai dan saluran air.
RADAR SURABAYA — Menjelang puncak musim hujan akhir tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tak ingin mengambil risiko. Melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), seluruh kekuatan dikerahkan untuk memastikan setiap saluran air, pompa banjir, hingga bozem siap bekerja penuh.
Kepala Bidang Drainase DSDABM Kota Surabaya, Windo Gusman Prasetyo, menyebut bahwa seluruh pekerjaan dilakukan dengan pendekatan komprehensif, dari normalisasi sedimen, pembersihan eceng gondok, hingga pemeriksaan total infrastruktur drainase kota. Upaya ini menurutnya melibatkan lintas sektor mulai dari DLH, BBWS, hingga Dinas PU Provinsi.
“Karena banyak saluran utama yang saling terhubung. Secara pengelolaan drainase, kami telah memaksimalkan upaya pemeliharaan. Kegiatan utama kami adalah normalisasi sedimen skala besar, termasuk penanganan eceng gondok dan endapan lumpur,” jelas Windo.
Selama musim kemarau lalu, DSDABM memanfaatkan waktu kering untuk melakukan normalisasi besar-besaran di sejumlah saluran primer dan sekunder yang memiliki potensi genangan tinggi.
Sebut saja Avour Wonorejo, Kebon Agung, Pegirian, Kali Tebu, hingga kawasan Semolowaru, semuanya menjadi prioritas.
“Fokus utama kami adalah mengembalikan kapasitas daya tampung air di saluran. Setelah proses normalisasi yang efektif membersihkan sedimen lumpur dan sampah, yang terjadi adalah pengembalian kapasitas saluran ke kondisi optimalnya,” tegasnya.
Selain saluran, kesiapan infrastruktur penunjang juga menjadi perhatian utama. Bidang Sarana dan Prasarana DSDABM telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rumah pompa dan bozem di seluruh wilayah kota.
Dia memastikan, seluruh pompa yang ada di Surabaya bakal berjalan optimal. Pengecekan kondisi genset juga menurut dia rutin dilakukan untuk memastikan operasional pompa tidak terganggu saat terjadi pemadaman listrik.
“Kegiatan perbaikan dan pemeliharaan ini adalah agenda rutin yang kami lakukan sebagai bagian integral dari kesiapan menghadapi curah hujan tinggi,” terang Windo.
Lebih jauh, dia mengungkapkan, DSDABM mencatat, titik-titik genangan di Surabaya kini tidak lagi terpusat pada satu wilayah, melainkan terdistribusi secara merata di beberapa zona.
Kawasan utara (Simorejosari, Simohilir, Petemon, Krembangan, Kalianak), timur (Medokan Ayu, Semolowaru), dan barat (Tengger) masih menjadi area yang mendapat perhatian serius.
Guna mengatasi hal tersebut, pemerintah kota sudah menyiapkan sejumlah strategi. Sebutlah seperti peningkatan sejumlah rumah pompa strategis seperti di Bukit Barisan, yang melayani kawasan Petemon hingga Kali Petemon.
Serta rencana pembangunan rumah pompa baru di Pacuan Kuda dan Simo Kwagean yang akan memperkuat sistem pengendalian banjir kawasan barat kota.
Selain itu ada juga sejumlah proyek seperti pembangunan box culvert di Petemon dan Tengger serta normalisasi di Kalianak telah rampung, Windo menyebut bahwa peningkatan kapasitas pompa di area tersebut masih menjadi kebutuhan mendesak.
“Khususnya rumah pompa di Bukit Barisan yang melayani area Petemon Sidomulyo hingga Petemon Kali. Hal ini menjadi catatan penting, sejalan dengan rencana pembangunan rumah pompa baru yang belum terealisasi,” ujarnya.
Windo menekankan bahwa keberhasilan Surabaya menghadapi musim hujan bukan hanya hasil kerja teknis pemerintah, tapi juga kolaborasi masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk turut menjaga kebersihan saluran dengan tidak membuang sampah, aktif melakukan kerja bakti, dan yang terpenting, saling menginformasikan titik genangan agar tim kami dapat bertindak cepat,” pesannya.
Untuk mendukung hal itu, DSDABM telah menyiagakan Unit Reaksi Cepat (URC) di setiap wilayah, yang bertugas selama 24 jam penuh menangani aduan masyarakat dan perbaikan infrastruktur darurat.
Dengan seluruh langkah strategis ini, Pemkot Surabaya menargetkan bukan sekadar menekan jumlah titik genangan, tetapi juga membangun sistem drainase yang tangguh dan berkelanjutan.
“Upaya ini menunjukkan komitmen kuat Pemkot Surabaya untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi warganya dalam menghadapi tantangan musim hujan,” pungkas Windo. (dim/nur)