Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Semburan di Sungai Rungkut Tengah Surabaya Bukan Fenomena Alam, ITS dan PGN Pastikan Akibat Kebocoran Pipa Gas

Dimas Mahendra • Minggu, 19 Oktober 2025 | 04:18 WIB

Tim saat melakukan pemeriksaan semburan gas di Sungai Rungkut Tengah, Surabaya.
Tim saat melakukan pemeriksaan semburan gas di Sungai Rungkut Tengah, Surabaya.

RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya bersama Perusahaan Gas Negara (PGN) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memastikan bahwa semburan yang terjadi di Sungai Rungkut Tengah bukan disebabkan oleh fenomena alam, melainkan akibat kebocoran pipa gas.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, usai meninjau lokasi bersama General Manager PGN dan pakar geologi ITS pada Sabtu (18/10) sore.

Wali Kota Eri Cahyadi menjelaskan bahwa sejak kejadian pada Kamis (16/10) malam, pihaknya langsung menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk berkoordinasi dengan PGN dan ITS.

Hasil investigasi menunjukkan bahwa semburan berasal dari kebocoran dua titik pipa gas yang kemudian ditutup oleh PGN pada Jumat (17/10) pukul 16.15 WIB. Setelah penutupan, semburan tidak lagi muncul.

Alhamdulillah, PGN bergerak cepat menutup dua pipa. Setelah itu tidak ada lagi semburan,” ujar Eri.

Ia juga menegaskan bahwa Pemkot Surabaya akan melakukan pemetaan jaringan pipa gas untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, mengingat Surabaya merupakan wilayah yang dilalui sesar aktif.

General Manager Sales and Operation Region III PGN, Hedi Hedianto, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan identifikasi dan rekondisi pipa yang bocor.

“Awalnya memang ada semburan dan bau gas, tapi sejak kemarin sore sudah tidak ada lagi,” jelas Hedi.

Ia menambahkan bahwa dari 10.000 pelanggan PGN di Kecamatan Rungkut, sekitar 475 pelanggan terdampak langsung dan kini dalam proses pemulihan layanan.

Sementara itu, pakar geologi ITS, Amien Widodo, menyampaikan bahwa timnya telah melakukan deteksi dini menggunakan georadar.

“Kalau kejadian alami itu mungkin saja, karena ini bekas lapangan migas zaman Belanda. Tapi setelah dicek, ternyata memang pipa gas yang bocor. Alhamdulillah, itu mudah ditangani,” ungkap Amien.

Pemerintah Kota Surabaya bersama PGN dan ITS memastikan bahwa semburan di Sungai Rungkut Tengah bukan fenomena geologi, melainkan akibat kebocoran pipa gas yang kini telah ditangani.

Wali Kota Eri Cahyadi mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan keresahan.

“Kalau ada kejadian seperti ini, mari saling jaga dan tenangkan warga. Jangan justru dijadikan bahan candaan di media sosial,” tegas Eri.

Pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan informasi terbuka dan melakukan langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang. (dim/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#its #rungkut #surabaya #pgn #kebocoran pipa gas #semburan gas #Eri Cahyadi #sungai