Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Geprak Ajak Penikmat Seni di Surabaya Selami Makna Waktu dan Spiritualitas Lewat Dejavu #2

Andy Satria • Selasa, 14 Oktober 2025 | 22:40 WIB
DEJAVU: Lukisan karya perupa yang tergabung dalam Geprak dengan judul Dejavu yang dipamerkan di Galeri Merah Putih, komplek Alun-alun Kota Surabaya, Selasa (14/10).
DEJAVU: Lukisan karya perupa yang tergabung dalam Geprak dengan judul Dejavu yang dipamerkan di Galeri Merah Putih, komplek Alun-alun Kota Surabaya, Selasa (14/10).

RADAR SURABAYA - Galeri Merah Putih di kompleks Balai Pemuda Surabaya, merupakan salah satu galeri yang aktif menjadi ruang ekspresi seni.

Kali ini, komunitas Gerakan Perupa Antar Kota (Geprak) menggelar pameran lukisan bertajuk “Dejavu #2” yang berlangsung hingga 16 Oktober.

Sebanyak 21 perupa dari berbagai daerah ikut ambil bagian, masing-masing menampilkan satu karya sesuai dengan gaya dan aliran seni yang mereka geluti.

Pameran ini mengangkat tema tentang perjalanan waktu dan spiritualitas, yang kerap dialami manusia dalam bentuk fenomena dejavu, yakni perasaan seolah pernah mengalami sebuah peristiwa yang tengah terjadi.

Menurut Ketua Umum Geprak, Muit Arsa, fenomena dejavu bukan sekadar kebetulan, melainkan pengalaman batin yang sulit dijelaskan dengan logika.

Melalui karya-karya mereka, para pelukis mencoba mengekspresikan pengalaman tersebut ke atas kanvas, menghadirkan tafsir visual yang mengundang renungan sekaligus rasa kagum bagi para pengunjung.

“Pameran Dejavu #2 ini menjadi ruang bagi para seniman untuk berbicara lewat warna, garis, dan bentuk. Setiap karya punya cerita spiritual dan refleksi waktu yang unik,” ujar Muit Arsa, Selasa (14/10).

Selain menjadi wadah apresiasi seni, pameran ini juga memiliki tujuan lebih luas, yakni mendorong semangat berkarya dan memperkuat eksistensi seniman di Surabaya dan Jawa Timur.

Geprak berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi penggerak bagi perkembangan seni rupa di daerah.

“Kami ingin pameran ini tidak hanya jadi ajang pamer karya, tapi juga ruang pertemuan antarperupa lintas kota. Sebuah gerakan untuk terus menumbuhkan gairah seni di Surabaya dan sekitarnya,” tambah Muit.

Pameran “Dejavu #2” terbuka untuk umum hingga Rabu, 16 Oktober.

Pengunjung bisa menikmati beragam gaya lukisan mulai dari realis, ekspresionis, hingga abstrak, yang semuanya mengajak penikmat seni untuk menyelami makna waktu dan kesadaran batin. (sam/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#lukisan #Muit Arsa #fenomena #geprak #Aliran Seni #Galeri Merah Putih #balai pemuda #pameran