Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

ICIEEd 2025 Sukses Digelar di Surabaya, Dorong Inovasi AI dalam Pembelajaran Dasar

Vega Dwi Arista • Senin, 13 Oktober 2025 | 16:28 WIB
KOMPAK: Foto bersama Asst. Prof. Tassanee Juntiya, Ph.D., peserta, dan panitia. (ANAS/RADAR SURABAYA)
KOMPAK: Foto bersama Asst. Prof. Tassanee Juntiya, Ph.D., peserta, dan panitia. (ANAS/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - The 2nd International Conference on Innovation in Elementary Education (ICIEEd) 2025 sukses digelar di Hotel Ciputra World Surabaya, 10-12 Oktober 2025.

Kegiatan dua tahunan ini diinisiasi Himpunan Dosen PGSD Indonesia (HDPGSDI) melalui Divisi Penelitian dan Pengabdian, bekerja sama dengan empat universitas sebagai panitia pelaksana.

Empat kampus tersebut yakni Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Universitas PGRI Sumenep, dan Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Mereka berkolaborasi menghadirkan gagasan segar dalam pengembangan pendidikan dasar di era kecerdasan buatan (AI).

Tahun ini, konferensi mengangkat tema “Deep Learning and AI in Elementary School Education: A New Era of Meaningful and Character-Based Learning.” Tema itu menegaskan pentingnya penerapan teknologi cerdas yang tetap menumbuhkan karakter siswa sejak dini.

Ketua HDPGSDI, Dr. Widya Karmila Sari Achmad, S.Pd., M.Pd., secara resmi membuka konferensi. Sejumlah pembicara kunci dari dalam dan luar negeri turut dihadirkan untuk berbagi pandangan dan riset terbaru terkait AI dalam pembelajaran dasar.

Para narasumber di antaranya Dr. Taufiq Damarjati, M.T. dari Kemendikdasmen RI, A/Prof. Catherine McClellan dari The University of Melbourne, Asst. Prof. Tassanee Juntiya, Ph.D. dari Kasetsart University, Thailand, serta Neni Mariana, S.Pd., M.Sc., Ph.D. dari Unesa. Mereka menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam memperkuat riset pendidikan dasar.

Ketua Panitia, Dr. Putri Rachmadyanti, S.Pd., M.Pd., menyebut ICIEEd tak hanya forum ilmiah semata. Namun juga wadah memperluas jejaring antardosen PGSD seluruh Indonesia agar saling berbagi inovasi pembelajaran.

“ICIEEd 2025 ini momentum untuk menyalakan semangat riset dan pengembangan pendidikan dasar berbasis teknologi,” ucapnya kepada Radar Sidoarjo, Senin (13/10).

Tahun ini, ICIEEd hadir lebih semarak dengan beragam kegiatan tambahan. Mulai dari Temu Kolegial S2 & S3 Pendidikan Dasar, Workshop Penulisan Artikel Bereputasi bersama Dr. Reza Rachmadtullah, S.Pd., M.Pd., hingga Workshop Manajemen Jurnal oleh Prof. Dr. I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd.

Sebanyak 104 peserta dari 45 perguruan tinggi ambil bagian dalam konferensi. Mereka mempresentasikan hasil riset seputar meaningful, mindful, dan joyful learning yang kini jadi fokus pendidikan modern.

Artikel terbaik peserta akan dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi (Scopus Q3), jurnal nasional terakreditasi Sinta 2–4, dan prosiding. Hal ini menjadi bukti keseriusan HDPGSDI dalam mendorong kualitas riset dosen PGSD di Tanah Air.

Dr. Widya Karmila Sari Achmad, M.Pd. mengaku bangga atas antusiasme peserta yang tinggi. Menurutnya, ICIEEd bukan sekadar ajang ilmiah, tapi juga tempat mempererat solidaritas dan semangat kebersamaan antardosen.

“Ini bukan cuma konferensi, tapi juga ajang temu kangen, salut untuk seluruh panitia yang sudah bekerja luar biasa,” ungkapnya.

Sebagai penutup, peserta diajak menikmati city tour ke kawasan Kota Lama Surabaya dan wisata kuliner bebek Sinjay Madura. Aktivitas tersebut menjadi momen santai setelah tiga hari padat dengan kegiatan akademik.

Salah satu peserta dari Universitas Katolik Parahyangan mengaku terkesan dengan penyelenggaraan ICIEEd 2025.

“Sebagai dosen baru, ini pengalaman pertama yang sangat berkesan dan menambah wawasan saya,” tuturnya.

Dengan semangat kolaboratif dan visi pendidikan transformatif, ICIEEd 2025 menegaskan komitmen HDPGSDI. Yakni menciptakan pendidikan dasar yang adaptif, bermakna, dan berkarakter di tengah gempuran era digital. (nas/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#innovation #AI #International #hotel #Education