RADAR SURABAYA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto merupakan salah satu program unggulan pemerintah dalam meningkatkan gizi masyarakat, terutama pelajar dan santri. Program ini telah berjalan bertahap sejak Januari 2025.
Selain menyasar sekolah, program MBG juga dirancang untuk menjangkau pondok pesantren (ponpes). Namun di Surabaya, pelaksanaannya belum sepenuhnya menyentuh seluruh sekolah maupun ponpes.
Salah satu pengurus Ponpes At Tauhid, Charisudin, mengungkapkan bahwa hingga kini pihaknya belum menerima bantuan dari program MBG.
“Di Ponpes At Tauhid belum ada MBG. Bahkan, saya pernah mendapat amanah dari pihak yayasan, kalau ditawari program itu, sebaiknya mboten usah (tidak usah),” ujarnya kepada Radar Surabaya.
Meski belum tersentuh program pemerintah, para santri di Ponpes At Tauhid tetap mendapatkan makanan bergizi yang disiapkan melalui dapur ndalem atau dapur pondok.
“Santri mendapat jatah makan wajib dua kali sehari, pagi dan sore. Malam hari bersifat opsional,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh santri membawa wadah makan masing-masing. Menu yang disajikan pun berganti setiap hari agar tetap bernutrisi dan tidak membosankan.
“Jumlah santri sekitar 300 orang. Ada yang hanya mondok, ada pula yang sekaligus bersekolah. Usianya rata-rata antara 13 sampai 22 tahun, berasal dari Surabaya, sekitarnya, dan Madura,” tambah Charisudin.
Dengan sistem dapur internal yang dikelola secara mandiri, Ponpes At Tauhid berupaya menjaga kebutuhan gizi para santri tanpa bergantung pada bantuan eksternal. (rus/vga)
Editor : Vega Dwi Arista