Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Wali Kota Eri Cahyadi Pastikan Tak Ada Kekurangan Guru SD di Surabaya, Begini Mekanismenya

Dimas Mahendra • Minggu, 12 Oktober 2025 | 22:31 WIB

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi  memberi penjelasan kepada awak media. (IST)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberi penjelasan kepada awak media. (IST)

RADAR SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi membantah isu terkait kekurangan tenaga pengajar di sekolah dasar (SD) negeri di Kota Pahlawan. Menurut dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menerapkan sistem kolaborasi antarsekolah untuk memastikan jam mengajar guru tetap terpenuhi tanpa perlu menambah guru baru.

Eri menjelaskan, penyesuaian dilakukan untuk membantu para guru memenuhi syarat sertifikasi yang membutuhkan jumlah jam mengajar tertentu. Karena itu, satu guru kini bisa mengajar di lebih dari satu sekolah sesuai kebutuhan bidang ajar masing-masing.

“Jadi, tenaga pengajar SD di kita tidak berkurang, tapi bagaimana teman-teman ini agar bisa memenuhi sertifikasi jam mengajar maka tidak satu sekolah. Jadi, guru matematika bisa ngajar nang A, ngajar nang B, ngajar nang C. Itu yang kita lakukan,” jelas Eri kemarin (12/10).

Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan langkah efisiensi agar setiap guru tetap memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan sertifikasi profesi pendidik, tanpa harus menambah formasi baru secara berlebihan.

“Karena hari ini apa? Banyak setiap sekolah muncul gitu, terus habis itu duwe guru dewe-dewe akhirnya sertifikate gak nututi,” ujarnya.

Cak Eri menekankan, dunia pendidikan di Surabaya kini tidak lagi mendorong kompetisi antar sekolah, melainkan kerja sama dalam menciptakan sistem pembelajaran yang merata dan berkeadilan.

“Karena jam pembelajarannya ini bukan waktunya lagi bersaing antara sekolah, tapi bagaimana kita saling menguatkan, bagaimana saling bersatu, jam ngajare cek cukup. Nek jam ngajare cukup, insya Allah, dia dapat sertifikasi. Lek gak cukup-cukup, gak entuk sertifikasi,” tegasnya.

Eri berharap dengan sistem kolaboratif ini, seluruh guru di Surabaya dapat terpenuhi jam mengajarnya, mendapatkan hak sertifikasi, dan pada akhirnya meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Pahlawan secara menyeluruh. (dim)

Editor : Lambertus Hurek
#guru SDN #kurang guru #wali kota surabaya #sertifikasi guru #Eri Cahyadi