Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Mensos Gus Ipul Temui Keluarga Korban Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya

M. Mahrus • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 05:29 WIB
KUNJUNGAN: Menteri Sosial RI Gus Ipul (baju koko putih) mengunjungi RS Bhayangkara Surabaya H. S Samsoeri Mertojoso. Ia meminta keluarga korban bersabar. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)
KUNJUNGAN: Menteri Sosial RI Gus Ipul (baju koko putih) mengunjungi RS Bhayangkara Surabaya H. S Samsoeri Mertojoso. Ia meminta keluarga korban bersabar. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf akrab disapa Gus Ipul menemui langsung keluarga korban ambruknya pondok pesantren (Ponpes) Al Khoziny Sidoarjo yang menunggu proses identifikasi jenazah di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Surabaya, Jumat malam (10/10).

Gus Ipul meminta keluarga korban untuk bersabar dalam menunggu proses identitifikasi yang dilakukan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim.

"Semua petugas bekerja dengan baik mulai dari masa evakuasi kemudian diteruskan sekarang masa identifikasi jadi kan ada masa evakuasi yang sulit. Sekarang beberapa korban memerlukan waktu (identifikasi) agar nanti benar-benar bisa dikenali identitasnya," ujar Gus Ipul di RS Bhayangkara Surabaya, Jumat malam (10/10).

Mantan Wakil Gubernur Jatim ini menambahkan, proses identifikasi membutuhkan waktu karena ada hal yang harus ditunggu hasilnya dari Jakarta yaitu dari hasil DNA. Selain itu proses identifikasi ada prosedurnya yang harus diikuti dan tidak boleh ada yang dilewati.

"Maka harus bersabar untuk menunggu hasilnya dan Insya Allah para petugas ini ingin bekerja yang terbaik. Prosedurnya semua dilalui dan mudah-mudahan juga cepat selesai karena kita tahu bahwa ada keluarga yang menunggu tapi dapat kita pastikan bahwa semua proses ini bisa dipertanggungjawabkan," jelasnya.

Dia melanjutkan setelah itu pemerintah akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memberikan pendampingan dan hal-hal yang dibutuhkan oleh keluarga korban, korban luka-luka dan korban luka-luka berat.

"Semuanya masih dalam proses assesmen dalam proses assesmen itu nanti akan kita tindaklanjuti dengan langkah-langkah konkrit mulai dari perlindungan jaminan kesehatan, kemudian pemulihan korban maupun keluarganya dan bantuan-bantuan lain yang dibutuhkan," sebutnya.

Pria yang juga menjabat Sekretaris Jenderal PBNU itu menerangkan ada 63 korban meninggal dunia, luka ringan 74 orang dan luka berat  24 orang. Semua korban akan diberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan masing-masing keluarga.

"Tadi pagi saya ke Haikal kita lihat kondisinya terus membaik masih dalam observasi dan kita harapkan segera membaik. Besok kami akan memberikan santunan keluarga baik yang dari presiden melalui Kementerian Sosial yang lewat gubernur maupun lewat bupati. Intinya di sini kelihatan sekali kebersamaan dari semua pihak dalam menanggulangi pasca musibah ini," bebernya.

Ditanya terkait santri yang disabilitas apakah ada bantuan atau arahan untuk melanjutkan pendidikannya nanti, Gus Ipul memastikan akan dijamin semua (dukungan beasiswa pendidikan).

"Iya, itu insya Allah dijamin semua. Ya, baik ada pihak-pihak swasta yang menjamin maupun pemerintah juga akan memberikan jaminan anak-anak ini akan mendapatkan dukungan beasiswa sampai selesai. Ya, itu menjadi bagian dari perlindungan sosial," tandasnya. (rus/gun)

 

Editor : Guntur Irianto
#keluarga #Polda Jatim #Ponpes Al Khoziny #korban #gus ipul #hari ini #buduran #Menteri Sosial (Mensos) #identifikasi #terbaru #berita surabaya hari ini #ponpes #RS Bhayangkara Surabaya #Mensos #update #sidoarjo #Al Khoziny