RADAR SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan seluruh kajian teknis pembangunan Flyover (FO) Taman Pelangi atau Bundaran Dolog telah rampung. Proyek strategis untuk mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan Jalan Ahmad Yani tersebut kini tinggal menunggu persetujuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Syamsul Hariyadi menegaskan, seluruh tahapan persiapan pembangunan sudah tuntas dilakukan di tingkat daerah. Mulai dari kajian teknis, rekayasa lalu lintas, hingga perencanaan pengalihan arus kendaraan saat masa pembangunan.
“Semua kajian sudah ada,” tegas Syamsul kepada Radar Surabaya kemarin (7/10).
Menurut Syamsul, pihaknya juga telah menyiapkan langkah antisipatif agar pelaksanaan proyek nantinya tidak menimbulkan gangguan signifikan terhadap aktivitas masyarakat di sekitar kawasan.
Dia menjelaskan, pembangunan jalan layang ini merupakan bagian dari program prioritas penataan simpul kemacetan di Surabaya Selatan. Proyek ini juga sekaligus menjadi solusi jangka panjang terhadap tingginya volume kendaraan di ruas Ahmad Yani, Bundaran Dolog, Taman Pelangi, yang menjadi titik temu antara arus kendaraan dari arah Waru, Margorejo, dan Darmo.
Kajian rekayasa lalu lintas, lanjut Syamsul, telah mengatur pola pengalihan arus kendaraan secara bertahap saat proyek dimulai nanti. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya juga dilibatkan dalam penyusunan simulasi jalur alternatif untuk menghindari penumpukan kendaraan.
"Harapannya, tentu ketika proyek ini dimulai, bisa berjalan dengan lancar dan tidak menggangu mobilitas warga. Sebab, tujuan proyek ini dibuat juga untuk mengurai kemacetan di sana," tuturnya.
Proyek ini juga diharapkan menjadi salah satu solusi strategis untuk memperlancar konektivitas Surabaya selatan dengan pusat kota dan kawasan industri. Meski belum menyebutkan waktu pasti pelaksanaan pembangunan, Syamsul memastikan Pemkot Surabaya siap menjalankan proyek yang bakal dibiayai APBN tersebut.
“Begitu ACC dari kementerian turun, kami siap melaksanakan. Sementara masih menunggu jadwal dari kementerian terkait review desain itu,” pungkasnya. (dim)
Editor : Lambertus Hurek