RADAR SURABAYA - Agenda pemilihan umum, baik pemilihan presiden maupun kepala daerah, memang telah lama usai. Namun, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya terus aktif menggelar berbagai kegiatan edukatif untuk meningkatkan literasi kepemiluan masyarakat.
Salah satunya melalui kegiatan Sinau Demokrasi dan Pemilu. Kali ini mengusung tema “Sosialisasi Pemilu Berbasis Generative Artificial Intelligence (Gen-AI)”. Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 1 Kantor KPU Kota Surabaya itu diikuti oleh anggota KPU, Kasubbag dan staf Subbag Partisipasi, Humas dan SDM, CPNS, serta mahasiswa magang.
Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran bersama tentang bagaimana teknologi kecerdasan buatan generatif dapat dimanfaatkan untuk mendukung sosialisasi dan pendidikan pemilih.
Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kota Surabaya Subairi menegaskan pentingnya kesiapan lembaganya dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat. Ia menilai, KPU perlu menyesuaikan diri dengan kemajuan digital agar pesan-pesan kepemiluan bisa disampaikan dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami.
“Perubahan zaman menuntut kita beradaptasi. Sosialisasi tidak bisa lagi dilakukan dengan cara konvensional saja. Teknologi seperti Gen-AI dapat menjadi sarana baru untuk memperluas jangkauan dan efektivitas edukasi pemilih,” ujar Subairi.
Hadir sebagai narasumber, Dosen Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) Mohammad Zikky memaparkan potensi besar teknologi Gen-AI dalam membantu KPU mengembangkan konten sosialisasi yang kreatif dan efisien. Menurut dia, AI generatif kini mampu menciptakan teks, gambar, hingga video yang menyerupai hasil karya manusia.
“Gen-AI bisa membantu KPU menghasilkan konten edukatif yang menarik, seperti video pendek, poster digital, atau infografis interaktif untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang kepemiluan,” jelas Zikky.
Namun, ia juga mengingatkan agar KPU dan masyarakat tetap waspada terhadap risiko penyalahgunaan teknologi tersebut, terutama penyebaran informasi palsu yang dihasilkan oleh AI. “Kemampuan memilah informasi menjadi sangat penting agar kita tidak mudah terpengaruh oleh konten yang menyesatkan,” tambahnya.
Kasubbag Parmas dan SDM, Hendri Afrianto, berharap materi yang disampaikan dalam kegiatan ini bisa menjadi inspirasi baru bagi KPU Kota Surabaya. “Kami ingin terus berinovasi agar sosialisasi kepemiluan tidak hanya informatif, tetapi juga edukatif dan menarik bagi masyarakat,” ujarnya. (dim)
Editor : Lambertus Hurek