Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Semarakkan Hari Batik dan Hari Kopi, Hotel Ciputra World Surabaya Padukan Ampas Kopi dan Batik Dalam Workshop Hotel

Andy Satria • Senin, 6 Oktober 2025 | 04:16 WIB
BATIK AMPAS KOPI: Para peserta workshop menunjukkan hasil karya mereka yakni Totebag yang telah dibatik dengan menggunakan ampas kopi, dalam workshop Batik and Brew di Hotel Ciputra World Surabaya
BATIK AMPAS KOPI: Para peserta workshop menunjukkan hasil karya mereka yakni Totebag yang telah dibatik dengan menggunakan ampas kopi, dalam workshop Batik and Brew di Hotel Ciputra World Surabaya

RADAR SURABAYA - Melakukan perayaan hari tertentu bisa dilakukan dengan berbagai cara.

Salah satunya cara yang dilakukan Hotel Ciputra World Surabaya dalam memperingati Hari Kopi dan Hari Batik Nasional yang jatuh di awal Oktober ini.

Bersama Isik Batik menggelar workshop kreatif bertajuk “Batik and Brew”, sebuah kegiatan membatik dengan memanfaatkan ampas kopi sebagai pewarna alami.

Kegiatan yang diikuti oleh 15 peserta ini menghadirkan pengalaman baru dalam dunia membatik.

Mereka tidak hanya belajar membuat batik tulis, tetapi juga diajak mengenal konsep ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah ampas kopi dan kain bekas hotel.

Lukman Hakim, perwakilan Isik Batik (Ibu Semangat Indonesia Kuat) menjelaskan bahwa lembaganya memang fokus pada pelatihan membatik dan olah kain.

Dalam kegiatan kali ini, pihaknya mencoba menggabungkan dua peringatan penting yakni Hari Kopi dan Hari Batik Nasional.

“Kami ingin mengombinasikan dua hal ini jadi satu kegiatan bermakna. Jadi, kita menggunakan ampas kopi sebagai pewarna batik. Sebelumnya sudah kami uji coba, dan ternyata hasil warnanya unik, bukan cokelat seperti kopi, tapi justru hijau army,” ungkap Lukman di sela-sela workshop, Sabtu (4/10) sore.

Selain menggunakan ampas kopi, kain yang dibatik pun tak kalah menarik.

Lukman menyebut, bahan yang digunakan berasal dari kain linen bekas hotel yang masih layak pakai.

Setelah dibatik, kain-kain itu akan diubah menjadi totebag cantik dan fungsional.

“Konsep kami adalah memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai. Dari kain bekas hotel, kita ubah menjadi karya batik yang punya makna dan bisa digunakan lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Stephanie Caroline, Marketing Communication Hotel Ciputra World Surabaya, mengatakan bahwa ide kegiatan Batik and Brew terinspirasi dari semangat untuk merayakan dua momen nasional sekaligus dengan cara yang kreatif dan berkelanjutan.

“Kami ingin menjadikan ampas kopi lebih bermanfaat. Jadi tidak hanya dibuang, tapi bisa menjadi bahan pewarna alami untuk batik. Kain yang digunakan juga berasal dari sprei hotel yang sudah tidak terpakai, lalu dijadikan totebag,” tutur Olin, sapaan akrab Stephanie Caroline.

Meski kegiatan ini bersifat privat, antusiasme peserta cukup tinggi. Peserta berasal dari berbagai latar belakang dan tidak harus memiliki pengalaman membatik sebelumnya.

“Pola batik sudah kami siapkan, jadi peserta tinggal mengikuti pola dan mewarnai. Tujuannya agar mereka bisa menikmati proses membatik dengan santai sambil belajar hal baru,” tambah Olin.

Suasana hangat dan aroma kopi yang khas membuat acara ini terasa istimewa.

Kolaborasi antara seni batik dan kopi ini bukan hanya memperingati dua hari nasional, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya sustainability dan kreativitas dalam kehidupan sehari-hari. (sam/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#surabaya #hari batik #hari kopi #Ciputra World #workshop #hotel