RADAR SURABAYA – Warga pesisir utara Surabaya dan sekitarnya diminta waspada terhadap potensi banjir rob atau banjir pasang laut yang diprediksi terjadi pada awal Oktober ini. Fenomena tersebut dipicu oleh kombinasi Fase Perigee—saat jarak bulan berada paling dekat dengan bumi—dan momen Bulan Purnama yang jatuh pada Selasa (7/10).
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi ini dapat meningkatkan ketinggian air laut maksimum di sejumlah wilayah pesisir Jawa Timur, khususnya pada periode 1–9 Oktober 2025. Daerah yang berpotensi terdampak meliputi pesisir utara Surabaya, Benowo, Gresik, Lamongan, hingga Tuban.
Koordinator Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Ady Hermanto, mengatakan fenomena pasang maksimum ini dapat menimbulkan genangan di kawasan rendah yang berdekatan dengan laut.
“Air laut bisa meluap ke jalan dan pemukiman, terutama di daerah pesisir yang sistem drainasenya kurang baik,” ujarnya di Surabaya.
Menurut dia, puncak pasang diperkirakan terjadi pada pagi dan sore hari. Kondisi angin timuran yang mendorong gelombang ke arah pantai juga bisa memperparah potensi rob.
“Warga di kawasan Tambak Wedi, Kenjeran, Kalimas, dan pesisir Benowo perlu lebih siaga menghadapi kenaikan muka air laut,” tambahnya.
Ady menuturkan, banjir rob bisa berdampak pada aktivitas pelabuhan, tambak garam, dan perikanan darat di sekitar pesisir. Karena itu, masyarakat diimbau untuk memantau informasi pasang surut secara berkala dan mengamankan barang-barang penting ke tempat yang lebih tinggi.
“Fenomena ini bersifat sementara, namun dampaknya bisa cukup besar bagi warga pesisir. Setelah 9 Oktober nanti, kondisi air laut diprediksi mulai berangsur normal,” kata Ady. (*)
Editor : Lambertus Hurek