RADAR SURABAYA - Keluarga korban ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Buduran Sidoarjo menunggu pengumuman identitas jenazah di posko crisis center Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Surabaya, Sabtu (4/10) siang.
Bahkan mereka juga menginap sejak Jumat (3/10) malam. Mereka berada di tenda posko crisis center yang sudah disiapkan oleh petugas.
Diantara mereka tampak sedih dan berharap segera mendapat kabar dari Tim DVI Polda Jatim mengenai identitas 9 jenazah korban yang sudah dibawa dan diidentifikasi di RS Bhayangkara.
Salah satu keluarga korban Tohari mengatakan hingga kini belum mendapatkan kabar mengenai keberadaan adiknya Zaki dan Albi. Keduanya baru mondok di pesantren tersebut sekitar tiga bulan.
"Kami hanya ingin kepastian. Kami percaya Tim DVI melakukan yang terbaik," ucapnya dengan perasaan sedih, Sabtu (4/10).
Pria asal Sampang ini mengaku sengaja menginap di posko crisis center atau area RS Bhayangkara supaya selalu dekat dengan sumber perkembangan informasi. Mereka juga telah menjalani proses pengambilan sampel DNA dan menyerahkan data ante mortem kepada Tim DVI.
"Kami sudah memberikan (data) semua yang dibutuhkan. Sekarang, hanya doa yang bisa kami panjatkan," ucapnya.
Editor : Guntur Irianto