RADAR SURABAYA – Kabar gembira datang bagi mahasiswa ber-KTP Surabaya. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan kuota Beasiswa Pemuda Tangguh kategori mahasiswa akan melonjak signifikan pada tahun 2026, dari 5.908 penerima di tahun ini menjadi 24.000 mahasiswa.
Lonjakan kuota ini sekaligus membuka peluang bagi mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) setelah sebelumnya hanya menyasar Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Kepastian ini disampaikan Kepala Bidang Kepemudaan Disbudporapar Kota Surabaya, Eringgo Perkasa. “Jadi, pada tahun 2026, Pemkot Surabaya akan menyediakan kuota beasiswa untuk 24.000 mahasiswa, baik untuk PTN maupun PTS. Namun, PTS yang menerima mahasiswa penerima beasiswa wajib melakukan MoU terlebih dahulu dengan Pemkot Surabaya,” terangnya, Selasa (30/9/2025).
Kebijakan tersebut diperkuat dengan terbitnya Perwali Nomor 45 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pemberian Beasiswa. Regulasi ini menekankan pengawasan ketat agar program tepat sasaran dan menghasilkan lulusan yang berkualitas.
“Perwali tersebut menetapkan durasi beasiswa, yaitu maksimal 8 semester untuk S1 dan D4, serta maksimal 6 semester untuk D3. Selain itu, beasiswa akan dicabut secara tegas jika penerima melanggar klausul, seperti menikah atau menerima beasiswa dari instansi lain,” ungkap Eringgo.
Ia menambahkan, peraturan baru ini juga mewajibkan mahasiswa menjaga prestasi akademik. “Beasiswa ini disalurkan kepada anak-anak pintar dari keluarga miskin atau pramiskin dan berprestasi, sehingga IPK minimal harus 3,00. Jika tidak tercapai, kami akan libatkan kampus untuk evaluasi, bahkan bisa dicabut,” tegasnya.
Program Beasiswa Pemuda Tangguh telah menggandeng 15 perguruan tinggi sepanjang 2025, terdiri dari 9 kampus di Surabaya dan 6 di luar Surabaya. Skema ini bahkan mencakup mahasiswa yang terdampak musibah, seperti kehilangan orang tua atau orang tua terkena PHK.
“Keterlibatan kampus di luar Surabaya ini adalah intervensi langsung dari Bapak Walikota untuk membantu anak-anak kita yang mengalami musibah, seperti orang tua meninggal atau terkena pemutusan hubungan kerja, dan terancam tidak bisa bayar UKT,” jelasnya.
Sepanjang 2025, total penerima beasiswa mencapai 5.908 mahasiswa. Dari angka tersebut, saat ini pemkot juga tengah melakukan daftar ulang pada 2.766 mahasiswa yang lolos sebagai penerima Beasiswa Pemuda Tangguh untuk periode September 2025 (Semester Ganjil).
“Ini merupakan suatu kebanggaan. Hanya Surabaya yang bisa memberikan beasiswa dua kali dalam setahun dan membiayai mereka hingga lulus,” ujarnya.
Di sisi lain, Benedictus Ocsa Christian, mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur, mengaku sangat terbantu dengan program ini. “Saya, sebagai salah satu penerima Beasiswa Pemuda Tangguh, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Walikota Eri Cahyadi dan Pemkot Surabaya. Secara materi, beasiswa ini memberikan tunjangan signifikan, meliputi UKT penuh, bantuan uang saku bulanan, serta bantuan uang semesteran tambahan,” ungkapnya.
Baca Juga: Cara Efektif Hilangkan Iklan Mengganggu di Ponsel Android
Sementara itu, Ksatria Pramudya Putra Satya Nugraha, mahasiswa UNESA semester 1, menyebut proses pendaftaran beasiswa ini pun tidak sulit. Dia pun bersyukur bisa langsung mendapat bantuan sejak awal kuliah.
“Perasaan saya pastinya senang dan bersyukur banget bisa lolos dan langsung dapat beasiswa sejak semester satu. Ini sangat signifikan karena memberikan bantuan UKT penuh dari pemkot, dan juga uang saku bulanan. Terima kasih banyak kepada Bapak Walikota Eri Cahyadi dan Pemkot Surabaya,” pungkasnya. (dim)
Editor : Lambertus Hurek