Sidoarjo – Duka menyelimuti keluarga Alvian Ibrahim, 11, salah satu santri yang meninggal dunia akibat runtuhnya musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Suasana duka menyeruak tak kala tim BPBD mengevakuasi korban dari reruntuhan musala berlantai tiga di kompleks pondok itu, Senin (29/9) sore.
Jenazah Ibrahim langsung dibawa ke RS Siti Hajar dan rencananya akan langsung dibawa ke Surabaya oleh keluarga untuk dimakamkan.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abas mengatakan, dari total 79 korban yang berhasil dievakuasi hingga pukul 20.30 WIB, satu diantaranya meninggal dunia.
"Para korban saat ini sudah dilarikan ke berbagai rumah sakit di Sidoarjo," ujarnya kepada wartawan dilokasi.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Al Khoziny, Abdus Salam Mujib menyampaikan duka mendalam atas wafatnya salah satu santrinya.
“Kami serahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang untuk menyelidiki penyebab kejadian. Saat ini yang terpenting adalah keselamatan dan penanganan korban,” katanya.
Hingga Senin malam, tim gabungan BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih melakukan penyisiran di lokasi musibah untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal.
Editor : M Firman Syah