RADAR SURABAYA - Seringkali kita mengabaikan kesehatan mulut, padahal dampaknya jauh lebih besar dari sekadar gigi berlubang atau bau mulut.
Dokter spesialis penyakit mulut dan gigi, drg. Imme Kris Wicaksono, Sp.PM., mengungkapkan, menjaga kesehatan mulut adalah investasi penting untuk meningkatkan rasa percaya diri, kebahagiaan, serta kesehatan mental dan emosional secara keseluruhan.
"Kesehatan mulut tidak hanya berpengaruh pada tubuh fisik, tapi secara tidak langsung akan mempengaruhi pada kesehatan mental dan emosional," tegas drg. Imme, Senin (29/9).
Menurut drg. Imme, kesehatan mulut yang baik tercermin dari gigi yang bersih, gusi yang sehat, serta napas yang segar.
Ketika seseorang merasa nyaman dengan kondisi mulutnya, mereka cenderung lebih percaya diri dalam berinteraksi dengan orang lain.
Sebaliknya, masalah mulut seperti gigi berlubang, gusi berdarah, atau bau mulut dapat menurunkan rasa percaya diri dan memicu stres.
Untuk mencapai kesehatan mulut yang optimal, menurutnya perlu dengan menyikat gigi dan flossing rutin.
Dengan membersihkan gigi secara teratur adalah fondasi utama kesehatan mulut.
Sikat gigi minimal dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.
Selain itu, jangan lupakan flossing atau membersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi.
"Flossing penting digunakan, agar tidak ada sisa makanan yang tertinggal," kata drg. Imme.
Sisa makanan yang menumpuk di sela-sela gigi dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri penyebab masalah gigi dan gusi.
Selain itu penggunaan obat kumur dapat membantu membunuh bakteri dan menyegarkan napas.
Namun, pilihlah obat kumur yang mengandung antibakteri dan bebas alkohol.
"Obat kumur harus tetap ada antibakterinya, tapi bebas alkohol agar tidak membuat mulut semakin kering," jelasnya.
Obat kumur yang mengandung alkohol justru dapat membuat mulut kering dan memicu masalah lain.
Selain itu kekurangan cairan dapat menyebabkan mulut kering, yang meningkatkan risiko masalah gigi dan mulut.
"Mulut kering bisa meningkatkan risiko karies, bau mulut serta timbulnya sariawan. Usahakan tetap minum delapan gelas sehari," imbau drg. Imme.
Air liur juga berperan penting dalam membersihkan mulut dan menjaga keseimbangan pH.
Drg. Imme juga menjelaskan makanan manis dan gorengan dapat memicu masalah gigi, seperti gigi berlubang dan peradangan gusi.
"Gorengan, sirup, dan makanan manis harus dikontrol. Kalau habis makan yang manis atau lengket, segera berkumur," ujar dosen Fakultas Kedokteran (FK) Petra Christian University (PCU) Surabaya ini.
Gula dalam makanan manis dapat diubah oleh bakteri menjadi asam yang merusak lapisan email gigi.
Drg. Imme juga mengingatkan dengan menjaga kesehatan mulut, tidak hanya mendapatkan gigi yang kuat dan napas yang segar, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri, kebahagiaan, dan kualitas hidup secara keseluruhan.
"Oleh karena itu, menjaga kesehatan gigi dan mulut bukan hanya tentang senyum yang indah, tetapi juga tentang kesehatan mental yang optimal," pungkasnya. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa