RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali berinovasi dalam mengelola aset daerah. Bekas kolam renang di kawasan eks Taman Hiburan Rakyat (THR) yang lama terbengkalai, kini disiapkan untuk dialihfungsikan menjadi arena olahraga modern. Lahan seluas 2.400 meter persegi tersebut akan dibangun lapangan mini soccer dan padel, dua cabang olahraga yang tengah naik daun.
Kabid Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Iman Krestian, menyebut keputusan alih fungsi ini diambil setelah menimbang aspek operasional dan tren minat masyarakat.
Baca Juga: Daftar Negara yang Melarang ChatGPT, dari Cina hingga Rusia
“Awalnya kita berencana untuk mengaktifkan lagi kolam renang. Cuma posisinya kan kolam renang ini berada di belakang dan saat ini THR belakang itu sudah kita alihkan jadi tempat konser,” kata Iman Krestian.
Menurut Iman, jika dipaksakan tetap menjadi kolam renang, maka akan menimbulkan masalah akses saat ada konser maupun acara besar. “Akhirnya diputuskan untuk diuruk saja dan dijadikan open space,” tegasnya.
Lahan terbuka tersebut rencananya disewakan secara komersial kepada investor, namun tetap bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai fasilitas olahraga. “Mereka (investor) rata-rata keberatan kalau kolam renang, mereka ngelihat trennya sekarang ke mini soccer dan padel yang saat ini banyak digemari masyarakat,” ungkapnya.
Baca Juga: Efek Buruk Narkoba, Dari Kerusakan Tubuh hingga Ancaman Generasi Muda
Dengan dimensi lahan sepanjang 64 meter dan lebar 34 meter, area itu cukup untuk satu lapangan mini soccer dan dua lapangan padel atau pickleball. “Nanti terserah dari pihak pengelola maunya seperti apa. Tapi Pemkot cuma menyediakan lahan areanya saja. Nanti selebihnya investor yang akan bangun,” jelas Iman.
Saat ini, Pemkot sudah membuka komunikasi dengan sejumlah investor. Namun, sebelum disewakan, masih ada proses appraisal harga sewa untuk memastikan penawaran yang paling menguntungkan bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Lahan tersebut akan disewakan setelah proses pengurukan selesai dan lahannya sudah clear atau sudah bersih,” pungkasnya.
Di sisi lain, pekerjaan pengurukan lahan kini sedang dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Prosesnya bertahap karena menyesuaikan agenda konser yang rutin digelar di kawasan belakang THR. (dim)
Editor : Lambertus Hurek