Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Unesa Gelar Wayang Kulit untuk Tangkal Radikalisme dan Narkoba di Kalangan Mahasiswa

Rahmat Sudrajat • Minggu, 28 September 2025 | 13:57 WIB
 
RADAR SURABAYA - Universitas Negeri Surabaya bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur menggelar pagelaran wayang kulit dengan lakon Baladewa Mbangun Projo di Lapangan Rektorat Unesa. Acara ini bertujuan untuk memupuk rasa kebangsaan dan cinta tanah air di kalangan generasi muda melalui kearifan lokal.
 
Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan dan Alumni Unesa, Martadi, menjelaskan bahwa acara ini merupakan gelar bersama antara Unesa dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. 
 
 
"Teman-teman Dinas Bakesbangpol punya ruang untuk memupuk rasa kebangsaan, tanah air bagi generasi muda melalui kearifan lokal, salah satunya adalah kesenian wayang," ujarnya.
 
Martadi menambahkan bahwa pagelaran ini juga merupakan bagian dari Dies Natalis Unesa ke-61, yang memiliki tiga keunggulan, yaitu olahraga, disabilitas, dan seni budaya. 
 
"Pagelaran hari ini merupakan upaya untuk konservasi, pelestarian, sekaligus dinamisasi. Bagaimana seni budaya tradisional itu harus kita kenalkan untuk para mahasiswa, untuk anak-anak muda, dan sekaligus kita kembangkan agar anak-anak muda punya kecintaan terhadap seni budayanya," jelasnya.
 
Pagelaran wayang kulit Bolo Dewo Mbangun Projo ini menampilkan dalang Ki Cahyo Kuntadi dan para pengrawit dari luar. Martadi menegaskan bahwa Unesa mendukung penuh acara ini sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga nilai-nilai kearifan lokal. 
 
"Bersama-sama, bekerja sama untuk membangun projo, membangun bangsa. Jadi ini adalah kolaborasi semua elemen untuk bareng-bareng berkomitmen untuk membangun ke-Indonesiaan, membangun negara Indonesia yang kuat," tegasnya.
 
 
Kepala Bakesbangpol Jatim, Eddy Supriyanto, mengatakan bahwa sinergi dengan Unesa ini sangat pas karena mengundang banyak mahasiswa. "Tugas kami adalah salah satu sosialisasi tentang wawasan kebangsaan, kerukunan, persatuan, antisipasi gangguan kamtibmas, antisipasi radikal, antisipasi penyalahgunaan narkotika dan sebagainya, gangguan keamanan yang lainnya," tuturnya.
 
Eddy berharap melalui pagelaran wayang kulit ini, generasi muda dapat melestarikan budaya Indonesia dan mendapatkan pesan-pesan positif. "Di dalamnya nanti ada pesan-pesan supaya menjauhi narkotika, menjauhi radikalisme, menjaga kerukunan, menjaga persatuan dan juga terus berkarya untuk bangsa dan negara," ungkapnya. (*)
Editor : Lambertus Hurek
#radikalisme #Universitas Negeri Surabaya #budaya tradisional Jawa Timur #UNESA #wayang kulit