Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Monumen Sawunggaling, Ikon Baru Surabaya yang Sarat Makna Sejarah

Andy Satria • Kamis, 25 September 2025 | 22:32 WIB

 

SEJARAH: Monumen Sawunggaling di kawasan Lidah Wetan, sebagai simbol perjuangan Raden Sawunggaling untuk Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
SEJARAH: Monumen Sawunggaling di kawasan Lidah Wetan, sebagai simbol perjuangan Raden Sawunggaling untuk Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Kota Pahlawan kini memiliki ikon baru yang mencuri perhatian warga. Sebuah monumen berbentuk ayam jago berdiri gagah di kawasan Lidah Wetan, Surabaya.

Tidak seperti monumen hiu dan buaya yang sudah identik dengan Surabaya, monumen ini menghadirkan sosok ayam jago sebagai simbol perjuangan Raden Sawunggaling, tokoh legendaris yang diyakini menjadi cikal bakal lahirnya Surabaya.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, saat peresmian menyatakan bahwa Monumen Sawunggaling bukan sekadar hiasan kota, melainkan pengingat sejarah yang harus dikenal generasi muda.

Pemerhati sejarah Surabaya, Wawan Setiawan, menilai pendirian monumen tersebut sudah tepat, meski momentum peresmiannya bisa dipilih lebih pas agar menjadi magnet masyarakat, bahkan nasional, untuk mengenal sosok Sawunggaling.

“Surabaya sebagai Kota Pahlawan punya banyak tokoh legendaris. Kehadiran monumen Sawunggaling diharapkan mampu membangkitkan semangat generasi muda untuk membangun wilayahnya tanpa melupakan jati diri leluhur,” ujarnya, Kamis (25/9).

Wawan menegaskan, monumen bukan hanya simbol, melainkan juga pondasi moral bagi warga bangsa. Setiap pembangunan monumen, kata dia, melalui proses observasi, riset, hingga diskusi dengan berbagai pihak.

“Monumen ini merepresentasikan sejarah dan budaya yang tersimpan rapi. Tugas kita adalah merawat serta menjaga marwahnya,” imbuhnya.

Ia juga berharap setiap wilayah di Surabaya mulai merefleksikan kisah pahlawan lokal dan tradisi budaya masing-masing. Tidak harus berupa monumen fisik, melainkan juga melalui kegiatan tradisi seperti sedekah bumi maupun gelar seni budaya.

“Tak ada masa kini tanpa masa lalu. Dengan simbol-simbol itu, generasi muda tetap punya pijakan kuat dalam melangkah ke depan,” pungkasnya.

Hadirnya Monumen Sawunggaling menegaskan kembali Surabaya sebagai kota dengan sejarah yang kaya. Ikon baru ini bukan hanya memperindah wajah kota, tetapi juga menghidupkan kembali kisah legendaris yang menjadi spirit warga Surabaya dari masa ke masa. (sam/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#perjuangan #ayam #monumen #ikon #sejarah