RADAR SURABAYA - Universitas Wijaya Putra (UWP) Surabaya konsisten untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi (PT).
Salah satunya dengan memberikan pendampingan kepada dua mitra usaha lokal, yaitu Rebana Gresik Tiga Putri dan Rebana Spesial Adnan Khozin.
Lewat Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui skema Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PMUPUD), UWP dengan telaten memberikan tips agar kedua mitra tersebut terus berkembang.
Ketua Pelaksana, Andi Iswoyo, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik berkat kerja sama erat antara perguruan tinggi, mitra usaha, mahasiswa, serta dukungan pemerintah.
“Kami bersyukur kegiatan ini berjalan lancar. Teknologi dan inovasi yang diberikan terbukti membawa perubahan signifikan. Mitra kini lebih mandiri, tidak hanya dalam produksi, tetapi juga dalam manajemen usaha dan pemasaran digital. Peningkatan omzet ini adalah bukti bahwa inovasi sederhana yang tepat sasaran mampu memberikan dampak besar,” ungkapnya.
Untuk PkM kali ini mengambil tema “Peningkatan Kapasitas dan Mutu Produk Alat Musik Rebana Berbasis Digital Economy di Kabupaten Gresik”.
Program ini dilaksanakan dengan dukungan penuh dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Ditjen Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.
Sejak awal, program ini dirancang untuk menjawab permasalahan mendasar yang dihadapi para pengrajin rebana di Gresik.
Mitra pertama, UD. Rebana Gresik Tiga Putri, menghadapi kendala pada gudang produksi dua lantai, di mana distribusi barang masih dilakukan secara manual menggunakan tangga.
Hal ini kerap menimbulkan kerusakan barang setengah jadi sekaligus memperlambat proses produksi.
Mitra kedua, Rebana Spesial Adnan Khozin, menghadapi tantangan dalam memanfaatkan gudang produksi barunya karena keterbatasan peralatan modern.
Kedua mitra juga mengalami masalah yang sama pada aspek manajemen persediaan yang masih manual dan belum tertata, serta pemasaran digital yang belum optimal.
Melalui program PMUPUD, berbagai solusi inovatif dan teknologi tepat guna diterapkan.
Untuk Mitra 1, tim pengabdian merancang dan memberikan electric scaffolding yang mempermudah pemindahan barang antar lantai, sehingga lebih efisien dan aman.
Untuk Mitra 2, program memberikan tambahan peralatan berupa 1 unit kompresor kapasitas 58 liter dan 2 unit mesin amplas kayu yang secara signifikan meningkatkan kapasitas serta kualitas produksi.
Selain itu, kedua mitra didampingi dalam penggunaan aplikasi digital, yaitu Kasir Pintar untuk pencatatan penjualan dan Kledo untuk pencatatan persediaan serta laporan keuangan dengan metode FIFO.
Barang jadi diinventarisasi menggunakan sistem kode dan barcode, sehingga stok tercatat lebih rapi, transparan, dan mudah diaudit.
Tak berhenti pada aspek produksi dan manajemen, program juga menyentuh strategi pemasaran.
Mitra dilatih memanfaatkan marketplace dan media sosial untuk memperluas jangkauan penjualan.
Mahasiswa yang terlibat aktif membantu pembuatan konten kreatif berupa foto produk, video promosi, dan desain poster digital, sehingga tampilan produk rebana Gresik menjadi lebih profesional di etalase online.
Dampak dari program ini sangat nyata. Di antaranya kapasitas produksi meningkat hingga 40%, manajemen usaha lebih tertata dengan efisiensi mencapai 50%, penjualan online naik sekitar 20%, dan omzet mitra mengalami kenaikan antara 15–36%.
Ika Arista, pemilik Rebana Gresik Tiga Putri menambahkan, sebelumnya distribusi barang di gudang dua lantai sangat menyulitkan pekerja, banyak barang setengah jadi yang rusak saat dipindahkan.
"Dengan adanya electric scaffolding dan sistem pencatatan stok melalui Kledo, pekerjaan kami lebih ringan, lebih rapi, dan lebih efisien. Kami merasa sangat terbantu dengan adanya program ini,” terangnya.
Sementara itu, Adnan pemilik Rebana Spesial Adnan Khozin juga mengungkapkan manfaat besar dari program ini.
“Tambahan mesin amplas dan kompresor benar-benar mempercepat produksi kami. Kualitas hasil juga lebih konsisten. Ditambah lagi, melalui marketplace produk kami semakin dikenal luas, tidak hanya di Gresik tetapi juga ke luar daerah bahkan luar Jawa. Ini membuka peluang besar untuk pengembangan usaha kami ke depan,” kata Adnan.
Dalam kesempatan ini, Tim Pelaksana dan mitra menyampaikan apresiasi tinggi kepada pemerintah melalui DPPM Ditjenrisbang Kemdiktisaintek, Kemendikbudristek atas dukungan dana dan kebijakan yang memungkinkan program ini terlaksana.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada DPPM Ditjenrisbang Kemdiktisaintek yang telah mendukung penuh kegiatan ini. Bantuan dan pendampingan ini sangat berarti bagi peningkatan daya saing produk rebana Gresik yang kini lebih siap bersaing di era digital economy,” pungkas Andi.
Dengan capaian ini, program PMUPUD Rebana Gresik bukan hanya menjadi bukti keberhasilan penerapan teknologi tepat guna dan digitalisasi pada usaha kecil, tetapi juga model kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan pemerintah dalam membangun ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Harapannya, keberhasilan ini dapat direplikasi untuk memberdayakan lebih banyak UMKM lokal di Indonesia. (nin)
Editor : Nofilawati Anisa