Warga Antusias Sambut Program PMM Universitas Wijaya Putra
RADAR SURABAYA - Suasana Desa Cagakagung, Kecamatan Cerme, Gresik, kini tampak berbeda.
Sebuah Sentra Kuliner baru yang tertata rapi dan ramah pengunjung, resmi dibuka sebagai hasil dari Program Pengabdian kepada Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) atau Kuliah Kerja Nyata Universitas Wijaya Putra (UWP) Surabaya.
Program yang menggandeng BUMDes Sumber Rejeki Sejahtera serta Tim Penggerak PKK desa ini berhasil menghadirkan wajah baru bagi perekonomian desa.
Kegiatan PMM diawali dengan sosialisasi dan pembukaan yang dihadiri oleh perangkat desa, pengurus BUMDes, Tim Penggerak PKK, serta tokoh masyarakat.
Dalam acara ini dijelaskan tujuan program untuk meningkatkan kapasitas usaha kuliner desa berbasis ekonomi hijau sekaligus memperkuat peran BUMDes dalam pengelolaan aset desa.
Salah satu capaian penting adalah penerapan inovasi berupa pembuatan sembilan unit rombong jualan, enam set meja kursi, enam set meja lesehan lampu hias yang dikerjakan di bengkel milik BUMDes.
Dengan fasilitas tersebut, area kuliner menjadi lebih tertata, nyaman, bersih, serta menarik untuk dikunjungi.
Tidak hanya itu, penataan layout juga memperhatikan aksesibilitas, sirkulasi pengunjung, kenyamanan tempat duduk, keamanan parkir, hingga daya tarik visual untuk swafoto dan konten media sosial.
Selain penyediaan sarana fisik, tenant kuliner juga mendapatkan berbagai pelatihan dan pendampingan.
Mereka dilatih menyusun rencana usaha (business plan), menghitung harga pokok sewa, mengelola keuangan berbasis aplikasi android dan QRIS, serta manajemen persediaan dan produksi menggunakan konsep FIFO.
Tenant juga diperkuat dengan kemampuan pemasaran digital berbasis geolocation, pengelolaan akun media sosial, hingga pembuatan konten promosi dengan aplikasi sederhana.
Bahkan, beberapa tenant berhasil difasilitasi dalam proses pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikasi Halal untuk meningkatkan kredibilitas produk mereka.
Kepala Desa Cagakagung, Sapaat, menyampaikan rasa bangga dan syukurnya atas keberhasilan program ini.
“Kami bangga karena desa kini punya pusat kuliner yang lebih tertata, ramah pengunjung, dan mampu meningkatkan pendapatan warga. Anak-anak muda desa juga bisa belajar wirausaha. Program ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara desa dan perguruan tinggi membawa manfaat besar,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana, Yanuar Fauzuddin, menjelaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya pada penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga pada peningkatan kapasitas tenant dan pengurus BUMDes.
“Kami bersyukur kegiatan ini berjalan lancar. Tenant kuliner kini lebih percaya diri, BUMDes semakin kuat, dan masyarakat mendapat manfaat langsung. Kami berharap konsep Green Foodcourt Desa Cagakagung ini bisa direplikasi di desa lain agar manfaatnya semakin luas,” ungkapnya.
Salah satu tenant kuliner, Sholikatin, pemilik usaha makanan pecel dan tahu campur, juga memberikan kesannya.
“Dulu saya hanya berjualan di rumah dengan penghasilan tidak menentu. Setelah ikut program ini, saya dapat rombong baru, belajar cara menghitung biaya usaha, dan diajari promosi lewat Instagram. Alhamdulillah, penjualan saya sekarang meningkat dan banyak pelanggan baru datang ke sini,” katanya dengan penuh semangat.
Dari hasil monitoring, program ini berdampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan warga.
Omzet tenant meningkat rata-rata 40 persen, pendapatan mitra naik sekitar 30 persen, aset BUMDes bertambah hingga 12 persen, dan keterampilan manajerial tenant serta PKK meningkat hingga 60 persen.
Tidak hanya itu, dengan adanya sistem keuangan berbasis aplikasi dan QRIS, transaksi menjadi lebih transparan dan sesuai tuntutan era digital.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yang telah mendukung pendanaan, Universitas Wijaya Putra melalui LPPM yang memfasilitasi kegiatan, serta Pemerintah Desa Cagakagung, pengurus BUMDes, Tim Penggerak PKK, dan tenant kuliner atas kerja sama dan partisipasi aktifnya sehingga program dapat terlaksana dengan baik.
Dengan hadirnya Sentra Kuliner Cagakagung, warga berharap geliat ekonomi desa semakin tumbuh, desa semakin berdaya, dan identitas Cagakagung sebagai pusat kuliner lokal berbasis ekonomi hijau semakin dikenal luas.
Program ini diharapkan menjadi titik awal transformasi desa menuju kemandirian ekonomi dan kesejahteraan yang berkelanjutan. (nin)
Editor : Nofilawati Anisa