Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

BIMO Hadir di Surabaya, Ajak Anak-anak Jatuh Cinta pada Literasi

Indra Wijayanto • Selasa, 23 September 2025 | 22:10 WIB
DEKATKAN LITERASI: Anak-anak antusias membaca buku saat peluncuran BIMO, perpustakaan keliling hasil kolaborasi Kedutaan Besar Prancis, IFI dan Penerbit Erlangga di Taman Bungkul, Surabaya.
DEKATKAN LITERASI: Anak-anak antusias membaca buku saat peluncuran BIMO, perpustakaan keliling hasil kolaborasi Kedutaan Besar Prancis, IFI dan Penerbit Erlangga di Taman Bungkul, Surabaya.

RADAR SURABAYA – Di tengah gemuruh kota dan gempuran dunia digital, sebuah mobil mungil berwarna cerah menarik perhatian para pengunjung Taman Bungkul, Surabaya. Bukan mobil biasa, mobil ini sarat buku dan cerita. Namanya BIMO, singkatan dari Bibliothèque Mobile, sebuah perpustakaan keliling hasil kolaborasi antara Kedutaan Besar Prancis, Institut Français d'Indonésie (IFI), dan Penerbit Erlangga.

Peluncuran BIMO pada Rabu (23/9) menjadi pembuka dari rangkaian program “AYO BACA!”, sebuah gerakan literasi yang bertujuan menumbuhkan kembali minat baca di kalangan masyarakat, terutama anak-anak.

Dihadiri oleh Konselor Kerja Sama dan Kebudayaan Kedutaan Prancis, Direktur IFI, perwakilan Penerbit Erlangga, dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya, acara ini berlangsung dalam suasana hangat, penuh tawa anak-anak, aroma buku, dan semangat kolaborasi lintas negara.

Baca Juga: Suhu Surabaya Tembus 37 Derajat, BMKG Ingatkan Fenomena Pancaroba dan Ekuinoks

Berbeda dari perpustakaan konvensional yang harus dikunjungi, BIMO justru datang menghampiri masyarakat. Dalam bentuk mobil toko (MOKO) yang dimodifikasi, kendaraan ini dilengkapi rak buku, area membaca, bahkan layanan buku audio (audiolibs) dalam berbagai bahasa.

Tak hanya membawa buku, BIMO juga membawa pengalaman budaya. IFI menghadirkan pustakawan dan fasilitator yang mengajak anak-anak bermain sambil mengenal bahasa dan budaya Prancis menjadikan membaca tak hanya bermanfaat, tapi juga menyenangkan.

Program “AYO BACA!” sendiri punya tiga pilar utama yaitu Penghargaan Sastra, Pertemuan Penulis dan Penerjemah, serta Perjalanan BIMO ke enam kota di Pulau Jawa, dimulai dari Surabaya, lalu Malang, Solo, Yogyakarta, Bandung, hingga Jakarta.

Jules Irrmann, Konselor Kerja Sama dan Kebudayaan Kedutaan Prancis sekaligus Direktur IFI, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak lebih dari sekadar membaca buku. “Membaca bukan sekadar belajar, tetapi berpetualang, mengembangkan imajinasi, dan melatih berpikir kritis,” ungkapnya.  

Salah satu karya sastra Prancis berjudul La Tresse bahkan dipilih untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh para pembaca yang terseleksi dari seluruh nusantara. Ini adalah bentuk nyata pertukaran budaya melalui kekuatan cerita.

Senada juga di sampaikan Dwi Wahyu Priyanto, Assistant Managing Director Penerbit Erlangga. Ia menegaskan bahwa literasi adalah bagian dari misi perusahaan. Banyak anak-anak sekarang mulai lupa bagaimana rasanya membaca buku. Padahal membaca adalah pondasi penting dalam hidup. "Lewat BIMO, kami ingin mengingatkan kembali bahwa membaca itu menyenangkan, dan sangat penting,” jelasnya.

Penerbit Erlangga menyambut baik kolaborasi dengan IFI karena selaras dengan visinya yaitu melayani pengetahuan. "Bagi kami, gerakan literasi tak bisa hanya dilakukan oleh satu pihak, ini adalah tanggung jawab bersama," jelasnya.

Dalam rangkaian acara peluncuran, disediakan pula Literasi Corner area khusus dengan kursi dan meja baca, koleksi buku, dan sudut interaktif tempat anak-anak bisa memilih buku favorit atau mencoba layanan buku audio.

"Melihat anak-anak duduk tenang, membuka halaman demi halaman, dan sesekali tersenyum saat membaca, menjadi pemandangan yang menyejukkan. Di zaman di mana gawai jadi teman sehari-hari, momen ini terasa istimewa," tambah Wahyu.

BIMO bukan hanya tentang buku. Ia adalah kendaraan simbolis yang membawa misi mulia, mendekatkan generasi muda Indonesia dengan literasi, sekaligus menghubungkan dua budaya yang berbeda lewat bahasa universal sastra.

Dengan terus berkeliling dari kota ke kota, IFI dan Penerbit Erlangga berharap dapat menciptakan ekosistem membaca yang lebih inklusif dan menyenangkan, serta menumbuhkan kecintaan terhadap buku sejak dini. "Karena pada akhirnya, setiap anak yang jatuh cinta pada buku, adalah benih masa depan yang tumbuh dengan pengetahuan, empati, dan imajinasi," pungkas Wahyu. (ind/gun)

 

Editor : Guntur Irianto
#france #keliling #perpustakaan #Prancis #ayo #penerbit #di surabaya #Bimo #Erlangga #sd #buku #jenis #smp #berita surabaya hari ini #siswa #pendidikan surabaya #IFI #berbagai #Berita Pendidikan Hari Ini #Baca #masyarakat #Taman Bungkul #kedubes #Literasi