RADAR SURABAYA – Peringatan World Cleanup Day 2025 dimanfaatkan Pemkot Surabaya untuk menggelar aksi bersih-bersih di kawasan Jembatan Suramadu, Surabaya. Sejak pukul 06.00, ratusan relawan dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), komunitas, hingga Satpol PP Surabaya ikut terlibat.
Para peserta dibagi ke dalam empat zona. Fokus utama berada di area pesisir yang kerap menjadi lokasi wisata keluarga, tapi sering dikeluhkan karena banyaknya sampah plastik dan sisa makanan.
“Kami menurunkan 150 personel Satpol PP untuk ikut bersih-bersih. Ini bagian dari tugas menjaga ketertiban sekaligus kebersihan ruang publik,” ujar Kepala Satpol PP Surabaya Achmad Zaini.
Menurut dia, Suramadu bukan hanya ikon transportasi, tapi juga destinasi wisata. Karena itu, kebersihannya harus dijaga. “Kami juga rutin patroli agar pedagang maupun pengunjung tidak seenaknya buang sampah,” tambahnya.
Keluhan soal sampah sudah lama dirasakan warga. Rosminah, warga Ngagel, menuturkan sulit menemukan tempat sampah di lokasi wisata tersebut.
“Banyak pengunjung akhirnya buang sampah sembarangan. Para pedagang juga kurang peduli. Seakan-akan pantai jadi tempat pembuangan akhir. Ini yang harus diubah,” katanya.
Aksi bersih-bersih kemarin diharapkan menjadi langkah awal menuju solusi jangka panjang. Pemkot berencana menambah fasilitas tempat sampah, meningkatkan patroli, sekaligus menggandeng komunitas untuk edukasi lingkungan. (*)
Editor : Lambertus Hurek