RADAR SURABAYA - Polisi terus mendalami kasus tawuran dua kelompok remaja yang terjadi di Jalan Kalilom Lor, Surabaya. Setelah menetapkan empat remaja sebagai tersangka, penyidik mengungkap fakta baru yakni dua tersangka dewasa ternyata merakit bom molotov sendiri dengan belajar dari YouTube.
Dua tersangka tersebut, MFM, 19, dan MIA, 18, diketahui menyiapkan bom molotov jauh sebelum bentrokan terjadi pada Senin (8/9) malam. Mereka mengambil bensin dengan cara menyedot dari tangki motor, lalu menuangkannya ke dalam botol bekas minuman keras (miras) jenis vodka.
“Molotov itu dirakit sendiri oleh kedua tersangka setelah menonton tutorial di YouTube. Setelah mengambil bensin yang dari motor dan dimasukkan ke botol bekas vodka. Botol tersebut kemudian dilemparkan saat tawuran berlangsung,” ungkap Kanit Jatanras Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Ipda Mustofa melalui Kasi Humas Iptu Suroto, Kamis (18/9).
Diketahui, aksi tawuran ini melibatkan dua kelompok remaja dan sempat terekam kamera ponsel warga. Bentrokan berlangsung brutal, dengan senjata tajam dan lemparan bom molotov.
Selain MFM dan MIA, dua remaja lainnya yang masih di bawah umur, yakni MRW, 14, asal Tuban dan AS, 16, asal Pabean Cantikan, juga ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya disebut membawa senjata tajam jenis celurit saat kejadian.
“Empat remaja ini berasal dari kelompok geng bernama Allstar. Dua dewasa membawa molotov, sementara dua lainnya membawa sajam,” tambah Suroto.
Unit Jatanras Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak bergerak cepat setelah video tawuran viral di media sosial. Keempat tersangka ditangkap di lokasi berbeda, dan sejumlah barang bukti telah diamankan, termasuk pecahan botol molotov dan senjata tajam.
Polisi masih terus mengembangkan penyelidikan, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain serta dugaan motif perencanaan tawuran secara kolektif.(sur/gun)
Editor : Guntur Irianto