RADAR SURABAYA - Warga Surabaya kini harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli cabai. Pasalnya, harga cabai keriting di pasar-pasar tradisional Kota Surabaya melonjak drastis hingga mencapai Rp 50 ribu per kilogram dalam sepekan terakhir. Kenaikan ini hampir mencapai Rp 20 ribu dari harga sebelumnya.
Tak hanya cabai keriting, cabai kecil dan cabai besar pun ikut mengalami kenaikan harga, kini dijual dengan harga Rp 35 ribu per kilogram. Kondisi ini semakin memberatkan masyarakat di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya.
Baca Juga: Manfaatkan Aset Pemkot Surabaya untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan Anak Disabilitas
Menurut pantauan di Pasar Dukuh Kupang Surabaya, stok cabai keriting bahkan kosong dalam seminggu terakhir. Selain cabai, harga bawang merah juga naik dari Rp 27 ribu menjadi Rp 35 ribu, sementara bawang putih menjadi Rp 31 ribu per kilogram.
Kenaikan harga bumbu dapur ini dikeluhkan oleh para pedagang karena omzet penjualan mereka menurun drastis. Banyak pembeli yang terpaksa mengurangi jumlah pembelian agar bisa berhemat untuk memenuhi kebutuhan pokok lainnya.
"Akibat kenaikan harga cabai ini, banyak pembeli yang beralih membeli cabai kering kemasan satu ons dengan harga Rp 10 ribu. Meski lebih mahal, tapi bisa mendapatkan cabai lebih banyak," ujar Sayemi, pedagang bumbu dapur di Pasar Dukuh Kupang, Rabu (17/9).
Ia mengaku banyak cabe rawit rentengan lebih untung untuk dua kali lipat dibandingkan menjual cabe perkilogram selama kenaikan harga.
Dalam sehari ia bisa menghabiskan dua kilo cabai rawit. Setiap kilogram bisa mendapatkan keuntungan rata-rata Rp 100 - Rp 150 ribu. "Saya buat eceran ini bisa membantu masyarakat dan dapatnya lumayan buat nambal yang gak untung," terangnya.
Sementara itu, salah satu pembeli Ina Putri juga mengaku membeli cabai rentengan saat ini menjadi solusi ditengah harga cabai yang belum normal. Ia yang biasanya membeli sekilo cabai rawit kini pembeliannya disesuaikan.
"Beli cabai eceran ini dua ribu sudah dapat tujuh biji dan karena saya anak kos-kosan maka saya lebih memilih cabai eceran karena sesuai dengan kebutuhan," ujar Ina. (*)
Editor : Lambertus Hurek