RADAR SURABAYA - Polsek Kenjeran menyerahkan delapan remaja yang sebelumnya diamankan karena terlibat aksi tawuran di kawasan Kalilom Lor, Surabaya kepada pihak keluarga. Penyerahan dilakukan di Aula Mapolsek Kenjeran, Jalan Nambangan, Surabaya, dengan disaksikan unsur tiga pilar dan berbagai pihak terkait.
Penyerahan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Kenjeran, Kompol Yuyus Andriastanto dan turut dihadiri Danramil Kenjeran Mayor Arh Aris Teguh Prakoso, Camat Kenjeran Yuri Widarko, serta Lurah Tanah Kali Kedinding Anggoro Himawan. Hadir pula para Bhabinkamtibmas, Babinsa, para guru, dan keluarga dari para remaja yang terlibat.
Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto menjelaskan bahwa kedelapan remaja tersebut diamankan karena aksi tawuran yang meresahkan masyarakat. Kedelapan orang yang diserahkan antara lain ASB 18, FHS 18, IAP 19, ATP 21, FBH 20, TOR 19, MIS 15, dan FFM 18. Para pelaku berusia antara 15 hingga 21 tahun, dengan latar belakang pelajar, swasta, dan ada yang sudah tidak sekolah maupun belum bekerja.
“Dari hasil pendalaman, diketahui bahwa aksi tawuran tersebut dipicu ajakan antar teman. Sayangnya, para remaja ini tidak terbuka kepada orang tua dan justru keluar rumah dengan berbagai alasan,” ungkap Iptu Suroto ketika dikonfirmasi, Rabu (17/9).
Iptu Suroto menambahkan pihak kepolisian juga menekankan bahwa proses hukum tetap akan berjalan terhadap individu yang keterlibatannya mengarah pada unsur pidana. "Kami tidak segan menindak jika ada pelanggaran pidana, karena kejadian seperti ini sudah sangat meresahkan," tegas Suroto.
Sementara itu, Camat Kenjeran Yuri Widarko turut menyampaikan pentingnya peran orang tua dan lingkungan dalam mengawasi pergaulan anak-anak mereka, terutama di tengah pemberlakuan jam malam di Kota Surabaya.
“Kami ingin para orang tua benar-benar tahu kondisi anak-anaknya. Pemerintah Kota Surabaya melalui program Sekolah Anak Pintar siap menampung dan membina mereka agar tidak kembali terlibat hal-hal negatif,” ucap Yuri.
Ia juga menambahkan bahwa kejadian ini turut memperburuk situasi keamanan wilayah yang memang masih dalam kondisi rawan. "Kami harap ini menjadi pelajaran bersama agar tidak terulang kembali," imbuhnya.(sur/gun)
Editor : Guntur Irianto