RADAR SURABAYA - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang fesyen, khususnya kerajinan ecoprint, kini tengah mengalami perkembangan pesat di Jawa Timur.
Proses pembuatannya yang sederhana, minim limbah, serta keunikan motif yang dihasilkan dari alam, menjadikan ecoprint sebagai primadona baru di kalangan pelaku usaha dan konsumen.
Tak hanya diminati di pasar lokal, produk ecoprint Jawa Timur kini mampu menembus pasar mancanegara.
Membuktikan bahwa inovasi ramah lingkungan dapat berbuah cuan dan pengakuan internasional.
Ecoprint, dengan ciri khas motif dedaunan dan bunga yang tercetak alami pada kain, menawarkan alternatif fesyen yang unik dan berkelanjutan.
Proses pembuatannya yang relatif mudah, hanya membutuhkan kain, dedaunan atau bunga, plastik, dan proses pengukusan, memungkinkan para pelaku UMKM untuk berkreasi menghasilkan produk yang bernilai jual tinggi.
Menurut Ketua Asosiasi Ecoprint Indonesia (AEPI) Jawa Timur, Lindawati, keunggulan ecoprint terletak pada keunikan motif yang dihasilkan.
"Produk fesyen dari ecoprint ini banyak diminati karena keunikan motif yang dihasilkan. Setiap produk memiliki motif yang berbeda, tidak ada yang sama persis, sehingga memberikan kesan eksklusif bagi pemakainya," ujarnya, Senin (15/9).
Lindawati menambahkan, produk ecoprint juga diminati oleh berbagai kalangan usia, mulai dari generasi muda hingga dewasa.
Karena desainnya yang fleksibel dan mudah dipadupadankan dengan berbagai gaya.
"Sekarang semua kalangan dan generasi menggunakan produk dari ecoprint," jelasnya
Antusiasme terhadap ecoprint juga dirasakan oleh Radya Ayu, seorang pembeli produk ecoprint.
Selain ramah lingkungan, ia mengaku juga mendukung produk lokal.
"Saya sangat tertarik dengan ecoprint karena proses pembuatannya yang ramah lingkungan dan motifnya yang unik. Selain itu, saya juga merasa bangga bisa mendukung produk lokal yang berkualitas," ungkapnya.
Melihat potensi besar ecoprint, Rumah BUMN Jawa Timur turut berperan aktif dalam mengembangkan UMKM ecoprint melalui pelatihan dan pendampingan.
CEO Muda Rumah BUMN Jawa Timur, Selma Lady Diana, menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mendukung UMKM ecoprint agar dapat meningkatkan kualitas produk dan memperluas jangkauan pasar.
"Kami memberikan pelatihan mengenai teknik pembuatan ecoprint yang lebih inovatif, strategi pemasaran online, serta akses permodalan dan jaringan bisnis," jelasnya.
Selma menambahkan, Rumah BUMN Jawa Timur juga berupaya memfasilitasi UMKM ecoprint untuk mengikuti pameran dan event promosi di tingkat nasional maupun internasional.
"Kami ingin produk ecoprint Jawa Timur semakin dikenal dan diminati oleh konsumen di seluruh dunia," tegasnya.
Saat ini, produk ecoprint hasil karya pengrajin yang menjadi anggota AEPI Jawa Timur telah diekspor ke berbagai negara, seperti Jepang, Australia, dan negara-negara Eropa.
Hal ini membuktikan bahwa kualitas dan desain ecoprint Jawa Timur mampu bersaing di pasar global.
Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya produk ramah lingkungan dan berkelanjutan, ecoprint diprediksi akan terus bersinar di masa depan.
Dukungan dari berbagai pihak, seperti pemerintah, asosiasi, dan lembaga swasta, akan semakin memacu perkembangan UMKM ecoprint di Jawa Timur dan Indonesia secara keseluruhan. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa