RADAR SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengajak seluruh warga Kota Pahlawan untuk ikut menyukseskan pekan imunisasi serentak yang digelar mulai 15 hingga 30 September.
Ajakan tersebut ia sampaikan melalui sebuah video resmi yang diunggah untuk masyarakat Surabaya.
Pekan imunisasi tambahan ini difokuskan pada ORI Campak dan imunisasi kejar.
ORI Campak menyasar anak usia sembilan bulan hingga tujuh tahun, sedangkan imunisasi kejar ditujukan bagi balita dan anak usia sekolah yang status imunisasinya belum lengkap.
“Imunisasi ini bisa diakses di puskesmas, pustu, posyandu, hingga fasilitas umum lain yang berada di bawah koordinasi puskesmas wilayah,” jelas Eri dalam unggahannya.
Salah satu lokasi pelaksanaan imunisasi adalah Posyandu Keluarga (Posga) di Kelurahan Tegalsari.
Tri Juliati, selalu kader imunisasi (Karim) Garuda Enam, RT 10 RW 6, menyebut kegiatan posyandu dilakukan rutin setiap bulan.
“Untuk balita, ada penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, hingga memantau tumbuh kembang. Balita juga mendapat tambahan makanan bergizi (PMT),” ungkapnya, Senin (15/9).
Sedangkan untuk lansia dan anak usia di atas lima tahun, PMT tidak diberikan.
Namun, layanan imunisasi tetap tersedia, mulai dari BCG, DPT, PCV, IPV, hingga campak.
Tri menambahkan, imbauan Wali Kota Surabaya untuk mengejar imunisasi campak menjadi perhatian serius kader posyandu.
“Di wilayah kami ada 14 balita yang mendapatkan imunisasi campak. Ada juga yang sempat menunda karena alasan medis, misalnya badan panas. Bayi harus dalam kondisi sehat untuk bisa divaksin,” jelasnya.
Menurutnya, usia minimal untuk imunisasi campak adalah sembilan bulan, lalu akan diberikan boster saat anak berusia dua tahun.
“Kalau belum lengkap, harus segera menyusul di puskesmas. Ini penting untuk melindungi anak-anak kita dari wabah campak yang sudah muncul di beberapa daerah,” tegasnya. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa