RADAR SURABAYA – Sepanjang Januari hingga pertengahan September 2025, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya telah menangani 177 kasus kebakaran di berbagai wilayah. Dari total kejadian tersebut, kerugian material ditaksir mencapai lebih dari Rp 16,1 miliar.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran DPKP Surabaya, Wasis Sutikno, menjelaskan bahwa kejadian kebakaran paling banyak terjadi pada bangunan, baik perumahan maupun tempat usaha.
Baca Juga: Gandeng 13 Universitas Top Dunia Dari Korsel hingga Jerman di International Edu Fair Surabaya
“Total ada 83 kasus kebakaran bangunan, terdiri dari rumah tinggal, industri, serta ruko atau pertokoan,” ujar Wasis, Senin (15/9/2025).
Selain itu, kebakaran juga melanda kendaraan roda dua, roda empat sebanyak 11 kali, serta non-bangunan seperti lahan kosong, alang-alang, dan tumpukan sampah sebanyak 83 kasus.
Menurut Wasis, penyebab kebakaran didominasi oleh korsleting listrik yang tercatat sebanyak 82 kasus. “Selain listrik, api terbuka dan faktor mekanik juga masih sering menjadi penyebab utama. Ada 52 kasus akibat api terbuka, serta 14 kasus masih dalam penyelidikan,” jelasnya.
Dari sisi korban, data menunjukkan ada 14 warga mengalami luka-luka akibat insiden kebakaran, sementara korban jiwa meninggal dunia tercatat 4 orang.
Wasis menambahkan, Agustus 2025 menjadi bulan dengan kejadian kebakaran terbanyak yakni 31 kasus, disusul September sebanyak 27 kasus, dan April serta Juni masing-masing 18 kasus.
“Imbauan kami perhatikan instalasi kelistrikan sesuai standar, pakai alat listrik yang SNI, bila sedang tidak digunakan maka matikan. Jangan tinggalkan waktu lama kompor menyala saat masak, segera ganti regulator dan selang yang sudah rusak,” pungkasnya. (*)
Editor : Lambertus Hurek