Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Penerima Victor Frankl’s Award 2024 Beri Workshop soal Pedofilia di UKWM Surabaya

Andy Satria • Sabtu, 13 September 2025 | 20:37 WIB
Professor Aureliano Pacciolla, Ph.D
Professor Aureliano Pacciolla, Ph.D

RADAR SURABAYA - Setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang, tanpa rasa takut menjadi korban kekerasan.

Menyadari pentingnya perlindungan bagi anak, Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (FPSI UKWMS) menggelar workshop internasional bertajuk “The Uncomfortable Truth: Can We Predict and Prevent Pedophilia?” di Ruang Teater Timur, Kampus Pakuwon City, Kamis (11/9) sore.

Workshop ini menghadirkan narasumber utama Professor Aureliano Pacciolla, Ph.D., psikolog forensik sekaligus psikoterapis asal Italia, penerima Victor Frankl’s Award 2024.

Acara diikuti mahasiswa, dosen, praktisi kesehatan, hingga pemerhati psikologi yang peduli terhadap isu perlindungan anak.

Dekan FPSI UKWMS, Agnes Maria Sumargi, M.Psych., Ph.D., psikolog, menekankan pentingnya membicarakan isu pedofilia secara terbuka.

“Topik ini memang menggelisahkan, tapi justru karena itu kita harus berani membicarakannya demi perlindungan anak-anak,” ujarnya.

Hal senada juga ditegaskan Dr. F.V. Lanny Hartanti, S.Si., M.Si., Wakil Rektor I UKWMS.

Ia menyebut pedofilia sebagai isu mendesak secara moral dan sosial.

“Ini adalah uncomfortable truth, kebenaran yang tidak menyenangkan, namun harus kita hadapi bersama,” katanya.

Prof. Aureliano menekankan, pencegahan pedofilia bisa dimulai sejak dini melalui edukasi.

“Pertama, edukasi anak-anak usia 5–12 tahun tentang situasi kritis yang berisiko. Kedua, ajarkan mereka langkah yang harus dilakukan saat menghadapi situasi berbahaya, termasuk segera melapor pada guru atau orang tua,” jelasnya.

Menurut Agnes, edukasi dapat diberikan melalui media kreatif seperti gambar, kartun, animasi, maupun cerita sederhana agar mudah dipahami anak-anak.

Tak hanya itu, Aureliano juga menyinggung tentang penanganan bagi pelaku pedofilia.

“Kita sebagai profesional punya tugas memulihkan mereka. Meski sembuh total belum tentu, kita tetap harus merawat dan menjaga stabilitas emosinya,” terangnya.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Psikologi UKWMS berharap masyarakat semakin sadar bahwa isu pedofilia bukan sekadar masalah individu, tetapi juga tantangan sosial yang harus dihadapi bersama.

Keterbukaan, edukasi, serta keberanian melindungi anak-anak menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan. (sam/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#anak #ukwm surabaya #Radar Surabaya Awards 2024 #profesor #italia #psikologi #pedofilia #workshop #kekerasan