RADAR SURABAYA - Dunia mode terus berkembang, tren berganti silih berganti, dan tak jarang meninggalkan tumpukan busana tak terjual alias dead stock.
Dari persoalan inilah, lahir sebuah inspirasi unik dari Naomee Anita, mahasiswi Textile and Fashion Design (DFT) Petra Christian University (PCU) Surabaya.
Dalam peragaan busana tugas akhir kuliahnya, Naomee menampilkan karya upcycle dengan memanfaatkan busana dead stock.
Ia mengusung tema evening gown dengan nuansa warna emas, mulai dari yang terang hingga agak gelap.
Tambahan material seperti satin dan aksesoris unik membuat tampilannya semakin elegan.
Naomee bercerita, idenya muncul dari pengalaman magang di sebuah butik persewaan busana di Jakarta.
Butik tersebut sering menerima pesanan custom dengan sistem sewa, namun setelah dipakai, busana akan kembali dan disewakan lagi.
Karena tren terus berganti, yang membuat stok busana menumpuk.
“Biasanya pakaian itu akhirnya dijual murah lewat obral besar. Padahal kualitasnya masih bagus, bahkan layak dihargai lebih tinggi,” tutur Naomee, Jumat (12/9).
Meski terlihat mewah, proses membuat busana dari dead stock bukan tanpa kendala. Menurutnya, tantangan terbesar ada pada kualitas material.
“Karena busananya sudah berumur dua hingga tiga tahun, kadang kainnya tidak sekuat kain baru. Itu jadi tantangan tersendiri,” jelasnya.
Namun, hal itu justru mendorongnya untuk lebih kreatif dalam mengolah bahan.
Perpaduan teknik upcycle dan desain modern membuat busananya tetap layak tampil di atas panggung peragaan.
Lewat karyanya, Naomee ingin menyampaikan pesan penting tentang keberlanjutan dalam dunia fashion.
“Pengguna fashion harus berani mix and match pakaian lama. Dengan begitu, kita bisa mengurangi limbah fashion. Busana yang lama pun tetap bisa terlihat stylish,” ungkapnya. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa