Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan penambahan rute kendaraan feeder Wira-Wiri pada 2026. Langkah ini ditujukan untuk memperluas jangkauan transportasi publik hingga ke kawasan padat penduduk yang belum terlayani optimal.
Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya, Irvan Wahyudradjat, menyebut penambahan rute feeder menjadi prioritas dalam pengembangan transportasi berbasis konsep compact city. Model tata kota ini menekankan efisiensi, keberlanjutan, serta kedekatan layanan dengan masyarakat.
"Feeder ini dirancang agar dapat menjangkau perkampungan sekaligus terhubung dengan tulang punggung transportasi, yaitu Suroboyo Bus dan Trans Semanggi," terang Irvan, Rabu (10/9).
Feeder juga diproyeksikan memperkuat akses warga terhadap fasilitas publik yang kini tersebar di berbagai kawasan kota.
"Semua pelayanan publik sudah kita dekatkan dengan warga, maka transportasi pengumpan harus memperkuat aksesibilitasnya," tambah Irvan yang juga pernah menjabat Kepala Dishub Surabaya.
Data Pemkot menunjukkan, minat masyarakat menggunakan angkutan umum terus meningkat. Tingkat keterisian (load factor) transportasi publik naik dari 29,69 persen pada 2020 menjadi 44,86 persen pada 2023. Bahkan, pada 2024 load factor bus mencapai 55,21 persen.
Tren tersebut juga beriringan dengan penurunan waktu tunggu. Rata-rata tunggu bus yang semula 19,82 menit pada 2019 turun menjadi 15 menit pada 2023.
Namun, lonjakan jumlah pengguna trunk dan feeder sempat membuat waktu tunggu kembali naik pada tahun yang sama.
Untuk mengatasi kebutuhan itu, Pemkot memasukkan rencana penambahan feeder dalam PAK APBD 2025. Skema ini diharapkan mampu memangkas waktu tunggu sekaligus meningkatkan kenyamanan penumpang.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, peran feeder tidak berhenti pada penghubung kampung dan halte Suroboyo Bus.
Ke depan, moda ini juga diarahkan mendukung integrasi transportasi antarmoda, termasuk dengan Trans Jatim yang dikelola Pemprov Jawa Timur.
"Awalnya feeder memang untuk menjangkau warga kampung agar mudah mengakses Suroboyo Bus. Namun, kami kembangkan agar bisa terkoneksi dengan moda transportasi lainnya, termasuk Trans Jatim," ujar Cak Eri. (mer/ris/fir)
Editor : M Firman Syah