RADAR SURABAYA - Aksi percobaan perampokan terjadi di sebuah minimarket Jalan Penjaringan Asri A, Rungkut, Surabaya, Selasa (9/9) malam. Detik-detik pelaku saat masuk minimarket melakukan percobaan perampokan terekam CCTV minimarket dan videonya tersebar di media sosial (medsos). Pelaku terekam membawa senjata tajam (sajam).
Berdasarkan rekaman video CCTV yang beredar di medsos pelaku masuk seorang diri langsung menuju meja kasir. Saat itu di meja kasir ada seorang karyawan laki-laki dan perempuan. Pelaku terlihat seperti melakukan pengancaman terhadap dua orang karyawan. Kemudian pelaku mendekat ke laci.
Dua orang karyawan berupaya mencegah pelaku untuk menuju ke laci. Tak lama kemudian pegawai laki-laki dan perempuan memberikan perlawanan terhadap pelaku. Keduanya lalu terlibat saling tarik menarik dan mendorong. Karyawan perempuan lalu naik meja lari keluar meminta pertolongan warga.
Sementara pelaku dan pegawai pria masih terlihat saling tarik menarik jaket. Pelaku lalu lari keluar minimarket. Kapolsek Rungkut Kompol Agus Santoso saat dikonfirmasi membenarkan, pelaku sudah diamankan. Tersangka AN, 27, warga Karawang, Jawa Barat.
Pelaku beraksi pada Selasa (9/9) sekitar pukul 22.10. Saat itu pegawai minimarket hendak tutup toko. Pintu minimarket masih terbuka sedikit. Pelaku langsung masuk dan menodongkan pisau ke korban atau pegawai untuk diarahkan ke meja kasir.
Namun, dilawan oleh kedua pegawai. Satu laki-laki dan satu perempuan. Pegawai perempuan berhasil lompat meja kasir untuk minta pertolongan kepada warga. "Yang laki-laki masih di dalam berantem dengan pelaku. Akhirnya, warga datang dan dibantu menangkap si pelaku," terangnya.
Dia mengungkapkan, untuk pegawai laki-laki kena pisau di dahi dan perempuan terkena pisau di leher sedikit. Keduanya terkena pisau saat melakukan perlawanan. Namun lukanya cuma tergores sedikit. "Pelaku sudah ditetapkan tersangka karena pengancaman pakai senjata tajam UU (Undang-undang) Darurat. Karena belum ada kerugian material," jelasnya.
Pihaknya menuturkan, tersangka tidak memiliki tinggal tetap di Surabaya. Tersangka juga tidak memiliki pekerjaan tetap. Ia sudah mempersiapkan pisau yang dibawanya."Ya motifnya ingin cari uang karena situasi mau tutup, jadi enggak ada pengunjung, sehingga dia berani gitu. Ternyata karyawan atau pegawai melawan," bebernya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto