RADAR SURABAYA - Warga RT 10 RW 04 Bogen, Tambaksari , Surabaya, digegerkan dengan adanya motor Honda Scoopy warna merah tanpa plat nomor yang tiba-tiba terparkir di gang warga setempat.
Motor tersebut ditemukan pertama kali oleh warga pada Rabu (3/9). Saat ditemukan posisi mesin motor menyala dengan kondisi kontak jebol (diduga habis dirusak menggunakan kunci T).
Salah satu warga sempat merekam penemuan motor tersebut. Kemudian videonya diunggah di media sosial (medsos) dan tersebar luas.
"Ditemukan sepeda motor Scoopy misterius tanpa plat nomor tiba-tiba. Posisi motor menyala. Masuk di gang Bogen wilayah RT 10. Kontak jebol seperti habis kena kunci T tidak ada plat nomor," ujar seorang pria perekam video.
Warga sekitar kemudian melaporkan temuan motor tersebut ke Polsek Tambaksari. Kapolsek Tambaksari Kompol Eko Aprianto saat dikonfirmasi membenarkan Polsek Tambaksari mengamankan motor Honda Scoopy diduga hasil kejahatan.
"Benar, ada pengamanan motor dugaan hasil kejahatan dan pelapornya juga sudah komunikasi dengan reskrim Tambaksari," ungkapnya, Senin (8/9).
Kanit Reskrim Polsek Tambaksari AKP Sukram menambahkan, awalnya Polsek Tambaksari menerima laporan dari RT setempat. Kemudian motor diamankan ke Mapolsek Tambaksari. Anggota reskrim melakukan pelacakan kepemilikan motor dan ditemukan pemilik motor.
"Pemilik motor atas nama Maudy warga Kenjeran, Surabaya. Hilang sekitar hari itu juga pukul 03.00 dini hari yang diparkir di luar rumahnya," ucapnya.
Mantan Kanit Reskrim Polsek Wonokromo ini melanjutkan, pemilik baru tahu setelah Tim Opsnal menelusuri dan baru diketahui ketahui keterangan pemiliknya bahwa motor hilang namun belum laporan.
"Sesaat dapat beritahu dari Tim Opsnal pemilik buat laporan kejadiannya (di Polsek Kenjeran)," tuturnya.
Dia menyatakan, untuk motor Honda Scoopy masih diamankan dan anggota Reskrim Polsek Tambaksari melakukan penyelidikan terhadap pelaku.
"Motor masih kami amankan. Kami berupaya mengidentifikasi pelaku kami berusaha menangkap. Nanti alternatif kita serahkan motor ke yang bersangkutan. Karena korban sudah berkomunikasi dengan kami," tandasnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto