Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Masjid Kemayoran Gelar Lomba Aksara Jawa Pertama di Surabaya

Muhammad Firman Syah • Senin, 8 September 2025 | 19:15 WIB
Lomba menulis indah aksara Jawa pertama di Surabaya digelar di Masjid Kemayoran, diikuti 106 peserta dari SD hingga SMK.
Lomba menulis indah aksara Jawa pertama di Surabaya digelar di Masjid Kemayoran, diikuti 106 peserta dari SD hingga SMK.

Surabaya — Suasana Minggu (7/9) pagi di Masjid Kemayoran berbeda dari biasanya. Deretan meja dan kursi dipenuhi anak-anak hingga remaja yang tekun menyalin aksara Jawa dengan pena di tangan.

Untuk pertama kalinya, Surabaya menggelar lomba menulis indah aksara Jawa di lingkungan masjid. Ajang ini diikuti 106 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD, SMP, hingga SMK.

Kegiatan bersejarah tersebut digagas Takmir Masjid Kemayoran bersama Komunitas Aksara Jawa Puri Aksara Rajapatni dengan tujuan menghidupkan kembali aksara Jawa di kalangan generasi muda Kota Pahlawan.

"Ini adalah momen bersejarah bagi kita semua. Lomba ini adalah upaya untuk memperkenalkan kembali aksara Jawa kepada generasi muda, khususnya di lingkungan masjid," ujar Ketua Panitia Nanang Purwono.

Pembukaan lomba ditandai dengan prosesi “gedok”. Hadir pula KH. Ahmad Mujab Mutohar, Wakil Ketua Yayasan Pembinaan dan Pembangunan Ta’mirul Masajid Surabaya, yang memberikan dukungan moral bagi peserta.

Keistimewaan lomba ini terletak pada materi yang ditulis: prasasti Masjid Kemayoran bertahun 1848, hadiah Pemerintah Hindia Belanda untuk umat Islam Surabaya. Prasasti tersebut unik karena berbahan logam—jarang ditemui pada masanya.

"Masjid Kemayoran adalah bagian penting dari sejarah Surabaya, dan prasasti ini adalah bukti nyata dari kekayaan budaya kita," kata KH. Ahmad Mujab Mutohar.

Dua juri, Ita Surojoyo dan Ginanjar Wijaya, menilai karya peserta berdasarkan kerapian, bentuk huruf, spasi, kreativitas, dan keterbacaan. Hasilnya memuaskan.

"Kami sangat terkesan. Ini membuktikan aksara Jawa masih hidup dan bisa jadi kebanggaan generasi muda," tutur Ita.

Selain hadiah berupa sertifikat dan uang pembinaan untuk para juara, penyelenggara berharap lomba ini menjadi agenda tahunan di Masjid Kemayoran, sekaligus inspirasi bagi daerah lain untuk menjaga warisan budaya lokal. (ali/gab/fir)

Editor : M Firman Syah
#surabaya #sekolah #lomba #masjid kemayoran surabaya #aksara jawa