Surabaya — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya berduka atas gugurnya salah satu anggotanya, Edi, Komandan Regu II Pos Pembantu Kandangan, yang meninggal dunia saat menjalankan tugas pemadaman kebakaran di Jalan Sememi Jaya, Benowo, pada Jumat (5/9) dini hari.
Insiden tragis ini terjadi setelah laporan kebakaran diterima oleh petugas pada pukul 00.04 WIB. Edi bersama tim segera bergerak menuju lokasi kejadian. Setibanya di lokasi, Edi naik ke atap rumah untuk membantu mengendalikan api. Dalam situasi gelap dan kondisi listrik padam, ia diduga menginjak kabel listrik aktif milik PLN, hingga tersengat arus dan terjatuh dari atap.
Upaya pertolongan segera dilakukan oleh rekan-rekan sesama petugas yang berada di lokasi. Mereka memberikan bantuan CPR dan mengevakuasi Edi ke RSUD Bhakti Dharma Husada. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan. Ia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 01.30 WIB.
Kepala Bidang Pemadaman DPKP Surabaya, Wasis Sutikno, menjelaskan bahwa kondisi di lapangan saat kejadian memang sangat berisiko tinggi.
“Tembok kamar yang basah serta masih adanya aliran listrik diduga menjadi penyebab Edi tersengat. Terlebih almarhum tidak memakai sarung tangan. Jadi dimungkinkan dari tangan inilah ketika kontak dengan tembok yang basah,” jelasnya.
Jenazah Edi dipulangkan ke rumah duka di Benjeng, Gresik, pada Jumat siang. Almarhum yang berusia 47 tahun telah mengabdi sebagai petugas pemadam kebakaran sejak 1 Januari 2008. Selama lebih dari 17 tahun bertugas, ia pernah menjabat sebagai juru mudi sebelum dipercaya sebagai komandan regu pada tahun 2017.
DPKP Surabaya menyampaikan belasungkawa mendalam atas kehilangan salah satu personel terbaiknya yang gugur dalam tugas demi keselamatan masyarakat. (kvn/mel/fir)
Editor : M Firman Syah