Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Puteri Indonesia Ajak Maba Untag Surabaya Keluar dari Zona Nyaman

Rahmat Sudrajat • Jumat, 5 September 2025 | 22:24 WIB
BERBAGI: Firsta Yufi Amarta, Puteri Indonesia 2025 saat hadir di hadapan ribuan mahasiswa baru dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Untag Surabaya 2025.
BERBAGI: Firsta Yufi Amarta, Puteri Indonesia 2025 saat hadir di hadapan ribuan mahasiswa baru dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Untag Surabaya 2025.

RADAR SURABAYA - Memasuki dunia kampus bukan sekadar soal belajar di kelas, tetapi juga membentuk pola pikir yang siap berkembang.

Demikian disampaikan Firsta Yufi Amarta, Puteri Indonesia 2025, saat hadir di hadapan ribuan mahasiswa baru dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Untag Surabaya 2025.

Fia, sapaan akrabnya, membagikan pengalamannya menapaki proses menuju kesuksesan. Ia menekankan pentingnya memiliki growth mindset.

Yaitu cara berpikir yang percaya bahwa kemampuan dapat diusahakan, dikembangkan, dan terus dipupuk.

Menurutnya, masa transisi dari SMA ke bangku kuliah adalah tantangan besar. Terutama bagi mahasiswa yang merantau.

Perubahan lingkungan, gaya hidup, dan pola pikir menuntut adaptasi cepat.

"Hal-hal baru ini jangan dianggap hambatan. Justru adaptasi harus kita jadikan opportunity atau peluang untuk belajar, memperluas relasi, dan membangun diri," ujar Fia, Jumat (5/9).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa relasi memegang peran penting di era sekarang, mulai dari informasi lowongan pekerjaan hingga peluang beasiswa.

Lingkungan dan orang-orang di sekitar turut membentuk karakter serta perjalanan seseorang.

Menanggapi rasa takut gagal yang kerap dialami mahasiswa baru, Fia memberikan dorongan mental positif.

"Rasa takut gagal itu wajar. Itu manusiawi. Kegagalan adalah pelajaran dan bagian dari proses. Tidak semua orang langsung berhasil pada percobaan pertama, tapi dari proses itulah kita tumbuh," tegas mahasiswa S2 Magister Manajemen Untag Surabaya ini.

Dalam kesempatan itu, Fia juga menekankan pentingnya keluar dari zona nyaman.

Menurutnya, tanpa dorongan internal maupun eksternal, seseorang bisa terjebak pada situasi yang sama dan tidak berkembang.

“Dari pengalaman dipaksa ikut berbagai kegiatan, lahirlah rasa percaya diri yang kemudian mengantarnya sering menang lomba hingga menjadi passion,”ujarnya.

Bahkan sebelum meraih gelar Puteri Indonesia, Fia mengaku banyak mengalami kegagalan, namun menganggapnya wajar sebagai bagian dari proses.

"Insecure dan gagal itu wajar, justru bisa menjadi pendorong untuk tumbuh. Kita harus berani memaksa diri untuk beradaptasi dan berkembang," tegasnya.

Rektor Untag Surabaya, Prof. Mulyanto Nugroho, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Puteri Indonesia 2025 di tengah kegiatan PKKMB Untag Surabaya 2025.

"Kedatangan ini memberikan motivasi kepada mahasiswa baru. Harapannya adalah membangkitkan semangat mahasiswa baru Untag Surabaya dalam mencari ilmu, berinovasi, dan berkarya. Firsta Yufi Amarta hadir sebagai mahasiswa aktif kita, dan kami menyambut serta berterima kasih atas kehadirannya di Untag Surabaya," ujarnya.

Kehadiran Firsta di panggung PKKMB Untag Surabaya 2025 menjadi bukti nyata bahwa Untag Surabaya mampu melahirkan figur berprestasi yang bersinar hingga tingkat nasional.

Bahkan di ajang bergengsi seperti Puteri Indonesia. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#mahasiswa baru #Puteri Indonesia 2025 #untag surabaya #zona nyaman #move on #Radar Surabaya #Firsta Yufi Amarta #maba