RADAR SURABAYA - Kantor Polsek Wonokromo Surabaya tercatat enam kali akan diserang perusuh pada kerusuhan Agustus 2025 kemarin. Namun, berkat bantuan warga Wonokromo, Mapolsek Wonokromo berhasil diselamatkan dan tidak ada kerusakan sama sekali.
"Hampir enam kali diserang. Namun berhasil dihalau berkat bantuan warga seputar Wonokromo," kata Kapolsek Wonokromo Kompol Hegy Renanta, Jumat (5/9).
Dijelaskan Hegy, atas bantuan warga yang telah spontanitas menjaga Mapolsek Wonokromo, tiga pilar khususnya Polsek Wonokromo memberikan apresiasi dan penghargaan kepada perwakilan warga, tokoh masyarakat, tokoh agama dan perwakilan ormas.
"Masyarakat telah spontanitas secara heroik membantu Polsek Wonokromo dalam upaya menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kota Surabaya," ungkapnya.
Ia menuturkan, warga Wonokromo telah membantu menjaga Mapolsek Wonokromo sejak Kamis 28 Agustus 2025 hingga saat ini. Mereka datang ke Polsek Wonokromo atas inisiatif sendiri dan sukarela untuk berjaga setiap malam. Saat terjadi penyerangan warga membantu polisi menghalau massa dengan mengusir massa menggunakan kayu, kursi, sarung dan sebagaianya.
"Alhamdulillah Wonokromo anggota tidak ada yang terluka. Fasilitas Polsek tidak ada yang dirusak. Namun fasilitas umum sendiri di sekitar Wonokromo bisa dilihat sendiri (kerusakan pos polisi)," terangnya.
Sementara perwakilan warga Slamet Riyadi mengungkapkan, warga spontanitas membantu menjaga Polsek Wonokromo dari serangan karena ada dua poin. Pertama masjid sebagai tempat ibadah warga dan kedua kedekatan dengan anggota Polsek Wonokromo sudah seperti keluarga sendiri. "Tidak ada (permintaan dari polisi). Itu spontanitas," tuturnya.
Pria yang menjabat ketua RT 11 Sawunggaling ini menceritakan saat itu dirinya pulang dari Kodam bersama ketua karang taruna setempat usai persiapan lomba karaoke. Sepulang dari Kodam, warga melihat massa sudah menyalakan petasan ke arah Mapolsek Wonokromo. Pihaknya lalu memanggil warga untuk membantu menjaga masjid dan Polsek Wonokromo yang masih satu lokasi.
"Massa (perusuh) datang dari selatan, gunungsari, mau menyerang ke sini, awalnya mercon dulu, pelemparan, terus ada teriakan bakar Polsek Wonokromo, terus spontan (kami) melindungi itu. Kami warga ada sekitar 150 orang," ucapnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto