Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kabar Duka, Komandan Regu DPKP Surabaya Meninggal saat Padamkan Kebakaran Rumah di Sememi Jaya

M. Mahrus • Jumat, 5 September 2025 | 20:14 WIB
PEMADAMAN: Petugas DPKP saat memadamkan kebakaran rumah di Jalan Sememi Jaya, Surabaya. Komandan Regu Edi meninggal diduga akibat tersengat listrik.(IST/RADAR SURABAYA)
PEMADAMAN: Petugas DPKP saat memadamkan kebakaran rumah di Jalan Sememi Jaya, Surabaya. Komandan Regu Edi meninggal diduga akibat tersengat listrik.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Duka mendalam dirasakan keluarga besar Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Jumat (5/9). Komandan Regu Damkar Pos Kandangan, Edi, meninggal dunia saat bertugas memadamkan kebakaran rumah di Jalan Sememi Jaya VIII, Benowo, Surabaya, Jumat (5/9) dini hari.

Korban diduga meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik saat melakukan upaya pembasahan di dalam rumah yang terbakar.

Kabid Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya Wasis Sutikno menjelaskan, awalnya petugas menerima laporan kebakaran rumah di Jalan Sememi Jaya VIII, Benowo sekitar pukul 00.04. Sebanyak empat unit tempur dikerahkan  ke lokasi kebakaran. 

Masing-masing dari Pos Pakal, Pos Kandangan dan Rayon 5, dua unit. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 00.09. "Setelah dilakukan pemadaman selama 13 menit api pokok padam atau sekitar pukul 00.22," ujarnya kepada Radar Surabaya, Jumat (5/9).

Wasis menambahkan setelah api pokok padam petugas melanjutkan pembasahan dengan masuk ke dalam rumah yang terbakar. Saat itu petugas sudah memastikan MCB (miniature circuit breaker) rumah dalam posisi mati. 

Korban almarhum Edi saat itu di depan sendiri sebagai komandan regu. Diduga karena kondisi basah tembok dan semuanya basah bekas pemadaman korban tidak mengetahui masih ada aliran listrik utama dari PLN yang masih mengalir.

"Untuk rumah sudah off meteran rumah sudah off. Nah pada saat itulah yang bersangkutan almarhum tersengat aliran listrik sudah berupaya diselamatkan teman-temannya dan berhasil. Dengan terjatuh saat itu dievakuasi keluar," ucapnya.

Korban sempat dilakukan penanganan resusitusi jantung dan paru dengan menekan dada untuk memberikan pertolongan agar jantung dan paru tetap bekerja. "Tetapi kondisi yang bersangkutan sangat lemah hingga dilarikan ke rumah sakit. Dalam perjalanan beliau diinformasikan sudah tidak bernapas. Cuma kita belum bisa memvonis. Sampai rumah sakit dilakukan analisa memang benar dinyatakan meninggal dunia," bebernya.

Wasis melanjutkan, saat kejadian almarhum sudah memakai APD lengkap sepatu celana baju helm. "Memang satu yang kurang beliau tidak memakai sarung tangan. Dimungkinkan dari tangan inilah ketika kontak dengan tembok basah atau pilar basah yang rumah di atas masih ada aliran utama listrik dari PLN itu menjadi kontak awal tersengat aliran listrik. Korban mengalami luka di telapak tangan," tegasnya.

Berdasarkan informasi awalnya yang terbakar bagian kamar tidur depan. Kemudian merambat. Akibat kebakaran tiga kamar di rumah berukuran 3 x 3 meter persegi hangus. Penyebab kebakaran diduga karena korsleting listrik. (rus/gun)

Editor : Guntur Irianto
#pemadaman #Kebakaran di Benowo #Kejadian di Surabaya hari ini #korban #Regu #Berita kebakaran hari ini #kebakaran #terbakar #meninggal #berita surabaya hari ini #Damkar Surabaya #Kandangan #Tersengat #benowo #kebakaran di surabaya #tewas #listrik #DPKP Surabaya #Dugaan #Komandan #kronologi #dunia