RADAR SURABAYA - Universitas Airlangga (Unair) mendukung pembangunan ekosistem halal dan sehat di Indonesia dengan melakukan soft launching Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat) di Aula Soepoyo, Gedung Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB), Rabu (3/9).
Ketua Pusat Halal Unair, Dr. Abdul Rahem Tualeka, mengatakan urgensi sertifikasi halal di masa kini.
Ia juga menyebut saat ini banyak bahan non-halal yang masih digunakan dan dapat mengkontaminasi produk halal, seperti penggunaan gelatin babi sebagai bahan dasar permen dan jelly.
"Dengan sertifikasi halal dapat memberi jaminan pada masyarakat, khususnya muslim, agar tidak ragu mengkonsumsi makanan atau minuman," kata Abdul Rahem dalam keterangannya, Kamis (4/9).
Abdul menambahkan bahwa Zona KHAS Unair menghadirkan makanan yang tidak hanya halal, tetapi juga thayyib, yang berarti sehat dan baik untuk dikonsumsi.
Makanan dan minuman tidak hanya harus halal, tetapi juga aman, baik, dan sehat.
"Kami menekankan bahwa makanan dan minuman tidak hanya harus halal, namun juga harus thayyib. Karena itu, kami menggandeng AHPC untuk membantu pengawasan parameter kesehatan pada kantin di Zona KHAS Unair. Halal dan thayyib tidak hanya untuk teman muslim saja, tapi bagi semua elemen masyarakat," jelasnya.
Direktur Pendidikan Unair, Prof. Dr. Sukardiman, menurturkan bahwa Pusat Halal Unair dan Zona KHAS adalah bentuk komitmen terhadap UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.
"Produk halal tidak hanya berdasarkan kandungan saja, namun juga perlu perencanaan strategis terkait promosi, packaging, dan label produk yang tidak menyesatkan konsumen.
Penting untuk menampilkan informasi yang jujur dan real dari setiap produk yang telah disertifikasi halal," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Sukardiman juga membuka soft launching dan menyerahkan sertifikasi halal kepada 94 mitra UMKM yang bekerja sama dengan kantin Unair.
Acara dilanjutkan dengan prosesi soft launching Zona KHAS Unair dan kunjungan ke kantin FEB sebagai kantin percontohan zona KHAS.
"Semoga Zona KHAS dapat terus dilanjutkan dengan monitoring pada mitra terkait keberlanjutan UMKM, kebermanfaatan, dan praktik halal dan thayyibah," harapnya.
Pusat halal tidak hanya menjadi penyedia sertifikasi halal, namun juga sebagai pusat riset dan edukasi bagi masyarakat secara umum, karena halal tidak hanya khusus kepada muslim tapi semua orang. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa