Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pemulihan Surabaya Pasca Kerusuhan: Wali Kota Eri Perkuat Transparansi

Lambertus Hurek • Kamis, 4 September 2025 | 23:03 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama pengemudi ojek online. (IST)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama pengemudi ojek online. (IST)

RADAR SURABAYA – Kota Pahlawan mulai bangkit dari situasi pascakerusuhan yang sempat mengguncang beberapa waktu lalu. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk kembali beraktivitas seperti biasa dan bersama-sama menjaga keamanan serta kondusivitas kota.

“Matur nuwun kepada semuanya. Teman-teman yang berdemonstrasi, matur nuwun telah menyampaikan aspirasi sebagai hak setiap warga negara. Teman-teman kepolisian dan seluruh perangkat kampung, matur nuwun sudah menjaga keamanan. Arek Suroboyo menjaga kotanya dengan tulus,” ujar Eri, Kamis (4/8/2025).

Eri menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu cemas lagi. Seluruh perangkat kampung, aparat kepolisian, dan berbagai elemen masyarakat akan terus bersinergi menjaga Surabaya tetap aman.

“Yang mau cangkrukan, ayo ke warung kopi atau kafe. Yang mau buka toko, ayo dibuka tokonya. Yang bekerja antar barang, ayo jalan. Yang mau olahraga lari keliling kota, langsung saja berangkat,” kata Eri.

Bidang pendidikan juga mulai normal kembali. Aktivitas belajar tatap muka di sekolah kembali dibuka setelah sebelumnya sempat dialihkan daring pada 1–4 September 2025. “Anak-anak kembali sekolah dengan gembira. Orang tua tidak perlu cemas,” tambahnya.

Menurut Eri, pemulihan aktivitas warga menjadi kunci bangkitnya perekonomian Surabaya. “Kalau orang takut berusaha, ekonomi mandek, yang rugi adalah masyarakat sendiri. Ojol, misalnya, akan kesulitan mendapat order. Maka ayo sekarang kita beraktivitas normal dan kembali menggerakkan perekonomian,” tuturnya.

Selain menjaga kondusivitas sosial, Pemkot Surabaya juga memperkuat kepercayaan publik dengan pelayanan yang lebih transparan dan akuntabel. Salah satunya melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 29 Tahun 2025 tentang Pencegahan, Pelaporan, dan Pengendalian Gratifikasi.

“Kami ingin membangun birokrasi yang bersih, transparan, dan akuntabel. Tidak ada biaya tambahan untuk layanan publik di Surabaya, kecuali yang resmi. Tidak ada kewajiban memberikan hadiah atau imbalan kepada pegawai,” tegas Eri.

Untuk memperkuat pesan tersebut, Pemkot memasang banner, poster, dan flyer di berbagai titik pelayanan publik, mulai dari kelurahan, kecamatan, rumah sakit, sekolah, hingga Mall Pelayanan Publik (MPP) Siola. Masyarakat juga didorong aktif melaporkan dugaan gratifikasi melalui kanal resmi ke Inspektorat Kota Surabaya. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#driver ojol #Pemulihan Ekonomi #arek suroboyo #wali kota surabaya #Eri Cahyadi