RADAR SURABAYA - Sebanyak 83 anggota Polda Jatim dan jajaran mengalami luka-luka saat pengamanan aksi kerusuhan dan anarkis di empat kabupaten dan kota, pada Jumat (29/8) hingga Sabtu (30/8).
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, berdasarkan data Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda jatim diketahui terdapat 83 orang personel Polri mengalami luka-luka. Baik luka ringan, sedang, dan berat.
"Terdiri 64 orang rawat jalan, 18 orang rawat inap. Adapun personel rawat inap 15 orang di RS Bhayangkara Polda Jatim. Keadaan luka robek, terbuka ada luka patah tulang. Cukup banyak luka patah tulang. Ada beberapa luka cidera otak ringan," ungkapnya, Selasa (2/9).
Abast melanjutkan, di samping itu ada satu korban dirawat di RSSA Malang, mengalami patah tulang selangka dan satu orang dirawat di RS Mitra Keluarga, mengalami luka robek di kepala. Satu orang Polwan di Rumah Sakit Bhayangkara Kediri mengalami luka robek kepala bagian depan.
“Personel kami menjadi garda terdepan dalam menjaga ketertiban. Mereka menghadapi risiko serius, mulai dari lemparan benda keras, serangan fisik, hingga upaya pembakaran fasilitas kepolisian,” ucapnya.
Selain jatuhnya korban dari aparat kepolisian, aksi anarkis tersebut juga menimbulkan trauma sosial. Puluhan Pos polisi rusak, kantor pemerintahan mengalami kerusakan, hingga jalan protokol sempat lumpuh akibat blokade massa.
Situasi itu menimbulkan kekhawatiran warga, terutama di pusat kota Surabaya, Malang, dan Kediri. Polda Jatim bekomitmen untuk terus menjaga stabilitas keamanan bersama seluruh elemen masyarakat.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi pihak-pihak yang ingin memecah belah persatuan.“Kami mengapresiasi tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungannya secara swakarsa dengan gerakan serentak warga jaga warga," terangnya.
Menurutnya, gerakan warga jaga warga ini bukan hanya terlihat di Surabaya, tetapi juga di berbagai kota dan kabupaten lain di Jawa Timur."Kesadaran kolektif inilah yang menjadi kunci untuk Jogo Jatim agar Jawa Timur ini tetap aman dan kondusif,” tandasnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto