Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Banyak Informasi Hoaks dan Meresahkan setelah Kerusuhan, Pakar UM Surabaya Imbau Masyarakat Waspada

Andy Satria • Rabu, 3 September 2025 | 15:13 WIB
RUSUH: Para perusuh membakar semua yang ditemukan di jalanan, dalam kerusuhan yang terjadi pasca aksi unjuk rasa di jalan Gubernur Suryo, Jumat (29/8) lalu.
RUSUH: Para perusuh membakar semua yang ditemukan di jalanan, dalam kerusuhan yang terjadi pasca aksi unjuk rasa di jalan Gubernur Suryo, Jumat (29/8) lalu.

RADAR SURABAYA - Pasca kericuhan yang terjadi di beberapa kota di Indonesia beberapa waktu lalu, ruang publik digital dibanjiri beragam informasi.

Banyak informasi yang berpotensi hoaks maupun disinformasi. Hal ini mendapatkan perhatian serius dari akademisi Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Dr. Radius Setiyawan, MA.

Pakar Kajian Budaya dan Media tersebut mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyikapi informasi yang diterima, terlebih di media sosial.

“Dalam situasi riuh seperti ini, masyarakat jangan terburu-buru mempercayai setiap kabar yang beredar,” ujarnya, Selasa (2/9).

Radius menjelaskan, potensi hoaks justru meningkat pasca-kericuhan.

Jika tidak disikapi dengan bijak, informasi menyesatkan dapat memperkeruh keadaan.

Karena itu, ia menilai pemerintah juga dituntut hadir dengan langkah yang tepat.

“Kecepatan merespons penting, tetapi tetap harus hati-hati. Transparansi informasi harus dijaga agar masyarakat tidak semakin resah,” tegasnya.

Meski demikian, Radius mengapresiasi perkembangan positif daya kritis masyarakat.

Menurutnya, publik kini semakin mampu memilah informasi yang valid dan menyesatkan.

“Contohnya, banyak netizen bisa cepat membedakan antara demonstrasi damai dengan kerusuhan yang berujung penjarahan. Mereka bahkan menguatkan analisisnya dengan data,” jelasnya.

Radius juga mengingatkan bahwa kerusuhan sering kali tidak murni terjadi secara spontan.

Dalam banyak kasus, ada aktor tertentu yang sengaja mengarahkan massa menuju tindakan destruktif.

“Mereka memahami cara memicu emosi kerumunan hingga berubah menjadi aksi pembakaran atau penjarahan,” ungkapnya.

Ia pun berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi dan selalu menimbang informasi sebelum menyebarkannya kembali.

“Kebijaksanaan publik dalam menerima informasi adalah kunci meredam gejolak,” tambah Radius. (sam/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#um surabaya #kerusuhan #informasi #Hoaks #Radar Surabaya #RADIUS SETIYAWAN