Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pameran Synthesis di Galeri Dewan Kesenian Surabaya Tampilkan Karya Tiga Disiplin Ilmu Seni Rupa

Andy Satria • Rabu, 3 September 2025 | 15:06 WIB

 

PAMERAN LINTAS DISIPLIN: Pengunjung mengamati karya-karya seni rupa dari tiga disiplin ilmu yang berbeda, mulai dari patung logam, lukis cat air dan digital di Galeri DKS, Surabaya.
PAMERAN LINTAS DISIPLIN: Pengunjung mengamati karya-karya seni rupa dari tiga disiplin ilmu yang berbeda, mulai dari patung logam, lukis cat air dan digital di Galeri DKS, Surabaya.

RADAR SURABAYA - Pameran seni yang menggabungkan tiga disiplin ilmu yang berbeda di dunia seni rupa, ditampilkan di Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS).

Pameran seni rupa yang bertajuk Synthesis ini, berlangsung hingga 7 September 2025 dengan menghadirkan karya tiga perupa lintas disiplin. Yakni logam, cat air, dan digital printing.

Sesuai dengan judulnya, Synthesis menjadi ruang temu antara tradisi dan inovasi, antara ketekunan tangan dan sentuhan teknologi.

Perbedaan medium justru dirajut menjadi harmoni menegaskan bahwa seni, dalam wujud apa pun, selalu bisa menemukan titik temu dalam ruang apresiasi bersama.

Henry Siswanto, perupa logam asal Surabaya, memamerkan sepuluh karya patung logam dan satu motor kustom.

Dengan latar belakang pendidikan arsitektur, ia menjadikan logam bukan sekadar material keras, tetapi juga medium reflektif tentang teknologi, struktur, dan ketahanan hidup.

Sementara itu, Budi Bi, Ketua Komunitas Lukis Cat Air Indonesia (Kolcai) Surabaya, menampilkan tiga karya lukis cat air berukuran besar.

Lukisannya sarat simbol dan imajinasi, seakan mengajak penonton untuk kembali menemukan keajaiban lewat visual.

Berikutnya Rudy Crut, ilustrator internasional asal Surabaya yang kini berkarier di Amerika Serikat. Portofolionya meliputi karya untuk Riot Games hingga Marvel.

Dalam Synthesis, ia memajang 12 digital painting yang memikat, menegaskan fantasi sebagai bagian penting dari seni rupa modern.

Menurut Budi Bi, gagasan pameran ini lahir dari keinginan menghadirkan keberagaman dalam satu ruang.

“Biasanya di Surabaya pameran hanya menampilkan satu disiplin, misalnya hanya lukisan atau hanya drawing. Lewat Synthesis, kami ingin menunjukkan bahwa seni bisa menyatu meski berbeda medium,” ujarnya saat ditemui di galeri, Selasa (2/9).

Persiapan pameran memakan waktu sekitar dua bulan.

Uniknya, seluruh karya yang dipamerkan belum pernah ditampilkan sebelumnya.

Ke depan, para perupa berharap pameran lintas disiplin seperti ini bisa terus berkembang dengan melibatkan lebih banyak seniman dari berbagai bidang.

Pameran Synthesis dibuka secara resmi oleh kurator seni rupa asal Bandung, Asmujo Jono Irianto, pada 30 Agustus lalu.

Sejak itu, pengunjung yang datang ke Galeri DKS mendapat pengalaman berbeda.

Menyaksikan bagaimana logam, cat, dan teknologi digital bisa berpadu tanpa kehilangan karakter masing-masing. (sam/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#harmoni #kolcai #Dewan Kesenian Surabaya #Synthesis #motor #Kustom #Henry Siswanto #Budi Bi #perupa #pameran #galeri #Radar Surabaya