Surabaya — Sebuah video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan patung polisi yang berada di dekat Kebun Binatang Surabaya (KBS) menjadi sasaran aksi sekelompok orang. Dalam rekaman itu, tampak beberapa orang mengangkat paksa patung tersebut dan memindahkannya ke tengah jalan, diiringi sorak-sorai massa. Kerumunan kemudian membubarkan diri setelah mengetahui keberadaan aparat kepolisian.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti motif di balik tindakan tersebut. Namun, aksi itu diduga sebagai bentuk protes terhadap sejumlah peristiwa yang melibatkan aparat dalam beberapa waktu terakhir.
Fenomena ini segera mengundang beragam reaksi warganet.
Ada yang menyesalkan, ada pula yang menanggapinya dengan nada humor. Seorang pengguna akun @iantaufan menulis, "Iki patung icon legend ojok di gowo rek, wes ratusan tahun berdiri."
Senada, akun @mida_kurniasari berkomentar, "Waduh rek yo gag ngene juga yoo.. Demo ttp demo rek tp ojok njarah2 ngunu iku.. Walahhh.."
Komentar bernada kritik juga muncul dari akun @muhammadhasinfikri yang menulis, "demo yo demo rek faisilitas pager wesi, pot kembang, plakat rambu’ mosok yo di glangsing sisan...miris."
Sementara itu, akun @arifdmyth menyelipkan sindiran dengan menuliskan, "Waduh, polisi paling jujur sak suroboyo ojo diamano sisan reeee."
Tak sedikit pula yang melontarkan candaan.
Akun @agefire94 berujar, "Mek percoyo mbek polisi patung ambek polisi tidur tok."
Senada, akun @sit.oey menyindir, "lek wes ngene, kyoke iki yo kelakuan e oknum cek kyok2 o iku kelakuan e arek2 sabotase gakse."
Ada juga akun @m_arwan_hamdani yang berkomentar singkat, "Polisi legend, sing ngaget2i."
Bahkan akun @ar.x.ed menulis, "wayahe istirht wes sue sampean ngadek."
Seiring dengan beredarnya video itu, situasi Surabaya dilaporkan masih belum kondusif. Pada Jumat (29/8) malam, sejumlah pos polisi di berbagai titik kota dilaporkan terbakar. Aparat pun mengimbau masyarakat agar menunda aktivitas di luar rumah, khususnya pada malam hari, demi menjaga keselamatan. (bil/gab/fir)
Editor : M Firman Syah