Surabaya – Aksi demonstrasi di Surabaya pada Jumat (29/8) berakhir ricuh. Selain menyuarakan tuntutan, sejumlah peserta aksi kedapatan menjarah pot-pot besi hiasan kota yang terpasang di sepanjang trotoar.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat beberapa orang membawa pot berwarna emas yang biasanya berfungsi sebagai pemanis trotoar. Tanaman dalam pot banyak yang tercabut dan berserakan di jalan, menciptakan pemandangan semrawut.
Warga sekitar hanya bisa menyaksikan insiden tersebut dari kejauhan. Seorang pengguna media sosial menulis, "Kalau ini sudah kelewatan. Bukan lagi demo, tapi menjarah fasilitas kota."
Ribuan komentar warganet menyuarakan kecaman.
Akun @dansbround_nemesis menulis, "Demo iku nak DPR, ojok Suroboyo mu di rusak. Salah sasaran iki."
Sementara akun @vivi_wivi91 meminta pemerintah kota turun tangan, "Ini jelas anarkis dan premanisme. Fasilitas kota dirusak dan dijarah."
Selain itu, akun @titin_pariyati123 menekankan dampak penjarahan bagi masyarakat, "Demo boleh, tapi jangan menjarah. Ujung-ujungnya anggaran kota kembali dikeluarkan untuk membeli pot baru."
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait perusakan dan penjarahan pot besi hiasan kota. Publik menilai tindakan massa tersebut sudah melampaui esensi demonstrasi dan menuntut penegakan hukum yang tegas. (dta/gab/fir)
Editor : M Firman Syah