RADAR SURABAYA - Ada cara unik untuk menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus melatih kreativitas anak.
Perpustakaan Rungkut Surabaya menghadirkan kelas mendongeng yang rutin digelar dua kali setiap bulan.
Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak berlatih berekspresi layaknya seorang pendongeng.
Di kelas tersebut, anak-anak tidak hanya mendengar cerita, tetapi juga belajar menirukan ekspresi, memainkan intonasi suara, hingga mencoba menceritakan kembali dengan versi mereka sendiri.
Suasana belajar dibuat interaktif, sehingga anak-anak bebas berimajinasi sambil berani tampil di depan teman-temannya.
“Kalau pertemuan pertama anak-anak membaca lalu menceritakan kembali, kali ini mereka mendengarkan dongeng dulu baru mencoba bercerita. Pertemuan berikutnya mereka akan memilih buku favorit lalu bercerita, dan di akhir membuat video dongeng,” jelas Novita Rulli Anggraeny, pendongeng sekaligus pengisi kelas, Kamis (28/8).
Salah satu peserta, Tara Anjani, siswi kelas 3 SD Petra 13 Surabaya, mengaku sangat senang mengikuti kegiatan tersebut.
“Sejak TK memang suka mendongeng, karena terbiasa mendengar cerita sebelum tidur. Pernah ikut lomba juga, jadi pas lihat info kelas mendongeng ini di media sosial langsung tertarik ikut. Rasanya seru sekali,” ungkapnya.
Koordinator Perpustakaan Rungkut, Jandris Fonataba, menambahkan, kelas mendongeng merupakan salah satu program literasi rutin yang bertujuan tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga membangun kepercayaan diri anak-anak.
“Kami ingin anak-anak bisa mengekspresikan diri, berani berpendapat, dan terbiasa tampil di depan teman-temannya. Dari mendongeng, mereka tidak hanya belajar membaca, tapi juga berlatih berbicara, mendengar, dan berimajinasi,” ujarnya. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa