RADAR SURABAYA – Kasus kekerasan terhadap dr. Faradina Sulistiyani, SpB, M.Ked.Klin, FInaCS, di RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) Surabaya berbuntut panjang.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan peristiwa ini tidak boleh berhenti hanya sebagai laporan kasus pidana, tetapi harus menjadi momentum memperkuat perlindungan hukum bagi seluruh tenaga medis.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan pihaknya tidak ingin ada lagi tenaga kesehatan yang merasa tidak aman saat menjalankan tugas menyelamatkan nyawa.
“Sejak kejadian pertama itu, saya minta kasus dilaporkan secara hukum dan harus berjalan sampai tuntas. Tidak ada perdamaian. Karena saya betul-betul harus menjaga dan melindungi dokter,” tegasnya.
Pria yang akrab disapa Cak Eri itu mengatakan, para dokter telah menjalankan misi kemanusiaan. Karena itu, pemkot memberikan pendampingan hukum penuh kepada dr. Faradina hingga persidangan rampung. Komitmen tersebut, kata dia, berlaku untuk semua dokter, baik yang bertugas di rumah sakit pemerintah maupun swasta.
“Dulu saat Covid-19, ada dokter rumah sakit swasta dilaporkan pasien. Kita juga ikut melindungi, karena mereka bekerja menjalankan tugasnya. Itu bukti bahwa komitmen pemerintah adalah melindungi semua tenaga medis di Surabaya,” tegasnya.
Di sisi lain, dr. Faradina Sulistiyani membeberkan kronologi kondisi pasien yang melakukan tindakan kekerasan. Menurutnya, pasien tersebut sudah dinyatakan sembuh dari operasi bedah sejak dua tahun lalu. Keluhan lanjutan yang dialami justru terkait penyakit lain.
“Sudah kami jelaskan sejelas-jelasnya, bahkan sudah diarahkan ke bagian terkait. Jadi keluhan tersebut kami rasa sudah kami layani dengan optimal,” jelasnya.
Ia menambahkan, keluhan nyeri punggung pasien berhubungan dengan neuropati akibat diabetes. Karena itu, sesuai kompetensi, tindak lanjut dialihkan ke spesialis terkait.
“Mungkin pasien mengharapkan pelayanan dari saya karena saya yang mengoperasi. Tapi secara medis, harus saya alihkan sesuai keluhan dan kompetensinya,” pungkasnya. (dim)
Editor : Lambertus Hurek