RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan rehabilitasi ulang Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Siola di Jalan Tunjungan dilakukan demi keselamatan publik. Hal ini menyusul temuan tim independen yang mendapati kondisi jembatan mengalami keropos, terutama pada bagian bentang tengah yang berada persis di atas kawasan utama Tunjungan.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya, Wiwiek Widayati, menegaskan bahwa langkah perbaikan tidak bisa ditunda karena menyangkut keselamatan pengguna jalan maupun pejalan kaki.
“JPO Tunjungan itu ada kajian dari tim independen bahwa jembatan itu ada keropos. Yang lebih keropos itu adalah di bentang tengahnya. Kalau keropos, berarti apa yang harus dilakukan? Biar orang selamat, ya direhabilitasi, direnovasi,” jelas Wiwiek.
Mulanya, dia menjelaskan, JPO Siola sedari awal memang sudah ada ikatan dengan salah satu PT. Seiring berjalannya waktu, perusahaan atau pihak swasta tersebut memperpanjang sewa.
Nah, dalam proses itulah, rupanya ditemukan ada keropos pada bangunan JPO tersebut. “Mereka ini sedang memperpanjang sewa. Tapi di tengah perjalanan sewanya ini, jembatan ini keropos. Sehingga dia juga ada komitmen sebelum kita lakukan untuk renovasi,” tegasnya.
Pemkot menargetkan pekerjaan rehabilitasi selesai pada akhir September 2025. Setelah rampung, jembatan akan kembali dimanfaatkan secara normal pada awal tahun 2026.
“Insyaallah akhir September ini sudah selesai, dan setelah itu bisa dimanfaatkan lagi. Jadi masyarakat tetap bisa menggunakan JPO dengan aman,” tambah Wiwiek.
Dengan langkah ini, Pemkot berharap keberadaan JPO Tunjungan sebagai ikon fasilitas publik di pusat kota tetap terjaga, sekaligus memberi jaminan keselamatan bagi seluruh pengguna jalan. (*)
Editor : Lambertus Hurek