RADAR SURABAYA - Dua kelompok massa yang terlibat tawuran di Jalan Embong Malang Surabaya diduga dipicu karena selisih paham akibat mabuk. Kedua kelompok massa orang Timur yang sempat terlibat tawuran saat ini sudah berhasil dipulangkan atau dikembalikan ke titik masing-masing asal.
"Memang karena awalnya ada selisih paham diduga karena mabuk mungkin ada yang tersinggung kemudian saling lempar batu dari dua kelompok ini tapi kemudian sudah bisa kita redam situasinya," ujarnya, Minggu (24/8).
Lutfhie menyebut saat ini masing-masing kelompok sudah kembali ke titik masing-masing kelompok. "Sudah kita yakinkan mereka tidak ada gerakan tambahan. Saat ini sedang dilakukan mediasi di Polres untuk sama-sama buat komitmen tidak akan ada aksi lanjutan atau kegiatan lanjutan," terangnya.
Ditanya apakah ada yang diamankan pelaku tawuran, Lutfhie menyebut tidak ada.
"Nggak ada. Ini sementara tadi baru lempar-lemparan untung petugas cepat datang dan mencegah terjadinya kegiatan yang lebih anarkis. Kita bisa cegah itu semua. Saat ini kita siagakan sebanyak dua kompi untuk menyekat di masing-masing lokasi dan kita yakinkan bahwa semua sudah clear aman. Ada 270 personel," tutupnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto