RADAR SURABAYA – Estetika kawasan wisata Kota Lama Surabaya kembali tercoreng ulah vandalisme. Sejumlah tembok gedung tua dipenuhi coretan cat semprot. Salah satunya bangunan eks Unie Bank di Jalan Kalimalang dan Kembang Jepun.
”Anak-anak iseng itu sudah lama keliling bawa pilox, lalu mencoret tembok kosong dengan simbol-simbol tertentu,” ujar Wahyu, karyawan di kawasan Kembang Jepun, Surabaya.
Menurut dia, aksi itu biasanya dilakukan dini hari saat kawasan sepi. Apalagi di ruas Kalimalang, Kembang Jepun, Jalan Karet, dan Jalan Gula pada malam hari hampir tak ada aktivitas. ”CCTV kayaknya tidak ada, jadi kita tidak tahu siapa pelakunya,” katanya.
Ia berharap satpol PP rutin patroli agar ruang gerak pelaku bisa dibatasi. Jika dibiarkan, coretan bisa makin merusak wajah Kota Lama yang sedang digarap pemkot menjadi destinasi wisata favorit.
Alfian, aktivis komunitas bangunan cagar budaya, menegaskan vandalisme pada gedung lama tidak bisa dibenarkan. ”Pelaporan perlu dilakukan agar jadi peringatan bagi oknum agar tidak semena-mena. Apalagi bangunan cagar budaya masih digunakan dan punya nilai sejarah,” ujarnya.
Namun, menurut dia, alasan pelaku juga perlu ditelisik. Ada kemungkinan mereka tidak paham bahwa perbuatannya tergolong vandalisme yang merusak. "Apa pun alasannya tidak bisa dibiarkan karena jadi kebiasaan," katanya. (*)
Editor : Lambertus Hurek